
EUR/GBP diperdagangkan datar di sekitar 0.8660 pada sesi Eropa awal. Data hari ini memberi gambaran bahwa pasangan mata uang ini masih rentan terhadap dinamika cross pasar. Pasar menilai bahwa dinamika suku bunga di kedua negara akan tetap menjadi fokus utama dalam beberapa jam ke depan.
Inflasi Inggris untuk April turun menjadi 2.8% secara YoY, lebih lemah dari ekspektasi. Pada inti CPI, angka 2.5% juga di bawah konsensus, menjauhi tekanan kenaikan harga secara luas. Data bulanan 0.7% menegaskan momentum kenaikan harga yang melambat di bulan tersebut.
Reaksi terhadap data ini mendorong GBP melemah terhadap EUR dalam perdagangan awal. Pasar futures menunjukkan potensi pengetatan BoE sekitar 52 bps hingga Desember, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya. Kondisi ini menambah peluang bagi EUR untuk menguat jika tekanan inflasi di Zona Euro tetap terjaga.
Pembicaraan kebijakan ECB membentuk kerangka arah euro. Kocher menegaskan kenaikan suku bunga pada Juni menjadi tidak terhindarkan jika Hormuz tetap tertutup. Peringatan tersebut menambah cerita bahwa tekanan harga di eurozona bisa bertahan lebih lama.
Nagel menekankan bahwa ECB mungkin harus bertindak pada pertemuan Juni jika kejutan pasokan energi berlanjut. Hal ini memperkuat asumsi bahwa bank sentral akan menjaga jalur pengetatan kebijakan meskipun risiko global meningkat. Pasar menafsirkan sinyal ini sebagai dukungan bagi euro dalam jangka pendek.
Menurut poll Reuters, sebagian besar ekonom memperkirakan deposit rate ECB naik 25 bps menjadi 2.25% di Juni. Proyeksi ini telah meningkat dibandingkan perkiraan beberapa bulan lalu. Kenaikan ini mencerminkan perubahan konsensus seiring memperbarui pandangan terhadap inflasi dan energi.
Para pelaku pasar menunggu pembacaan PMI awal untuk zona euro dan Inggris sebagai acuan momentum ekonomi. PMI yang lebih kuat akan mendukung sentimen bullish pada EUR, sementara PMI yang lemah dapat memperlambat pergerakan mata uang. Analisis teknikal juga akan membantu mengidentifikasi level penting bagi pasangan ini.
Data PMI akan memberikan petunjuk tentang seberapa kuat aktivitas manufaktur dan layanan, serta dampaknya terhadap kebijakan bank sentral. Dalam skenario positif, EUR bisa menjaga keunggulan terhadap GBP, sementara penurunan PMI bisa mengangkat tekanan pada GBP. Selain itu, volatilitas pasar dapat meningkat menjelang rilis data ekonomi utama.
Secara keseluruhan, arah EUR/GBP akan sangat bergantung pada bagaimana PMI mengkonfirmasi momentum ekonomi kedua wilayah. Jika data mengejutkan, pergeseran retorika kebijakan bisa mempercepat pergerakan menuju area 0.87 atau menembus di bawah 0.8650. Para trader sebaiknya memantau sinyal dari volatilitas pasar ekuitas dan imbal hasil obligasi sebagai konfirmasi tambahan.