Laporan oleh Cetro Trading Insight menunjukkan EUR/GBP telah melemah untuk hari ketiga berturut-turut, dengan euro menembus level sekitar 0.8700 pada sesi perdagangan. Pergerakan ini berlangsung di tengah suasana pasar yang lebih risk-on setelah berita geopolitik dan pernyataan kebijakan dari pejabat utama. Fokus teknikal pada level 0.8700 menjadi acuan bagi pelaku pasar yang mengikuti pasangan mata uang ini.
Pound menunjukkan performa yang lebih kuat dibanding euro, didorong oleh dinamika sentimen risiko yang membaik. Tenor gejolak di pasar belum menambah tekanan terhadap pound secara signifikan, sehingga kalangan investor cenderung mengalihkan fokus ke arah perbaikan sentimen secara umum. Pergerakan ini menambah volatilitas pada pasangan EUR/GBP di sesi perdagangan terkini.
Data makro dari zona euro dan Inggris cenderung tidak memberikan dorongan signifikan, sehingga narasi pasar lebih banyak dipandu oleh dinamika kebijakan moneter dan gejolak geopolitik. Investor mengamati bagaimana bank sentral merespons risiko inflasi dan bagaimana perbedaan pendekatan kebijakan antara ECB dan BoE memengaruhi arah pasangan ini.
Kabar utama adalah kesepakatan gencatan senjata dua pekan antara AS dan Iran yang meningkatkan appetite risiko di pasar global. Sentimen positif ini menekan permintaan terhadap aset safe-haven dan secara relatif memperkuat mata uang berisiko, termasuk euro terhadap mata uang lain seperti pound sterling dalam konteks silang EUR/GBP.
Kebijakan ECB juga menjadi tema penting, dengan para pejabatnya menyiratkan perlunya tindakan anti-inflasi yang lebih tegas. Komentar Dimitar Radev dan Pierre Wunsch menegaskan kekhawatiran tentang laju inflasi, dengan Wunsch secara eksplisit menyarankan kenaikan suku bunga secepatnya dalam beberapa bulan mendatang.
Sementara BoE cenderung menahan kebijakan sambil menunggu konfirmasi data, perbedaan sikap antara ECB dan BoE menambah dinamika pada pasangan ini. Pasar menilai bahwa prospek kebijakan bank sentral yang lebih hawkish di zona euro berdampak pada pergerakan euro terhadap pound.
Data makro Februari menunjukkan beberapa kelemahan di wilayah yang relevan, termasuk indikator harga perumahan di Inggris dan pesanan pabrik Jerman yang tidak memenuhi ekspektasi. Kondisi ini memicu reaksi pasar yang mempertanyakan arah kebijakan jangka pendek kedua ekonomi besar tersebut.
Dalam konteks ini, ekspektasi kenaikan suku bunga ECB menambah tekanan pada euro, sedangkan sikap BoE yang lebih berhati-hati menjaga jarak perbedaan kebijakan antara euro dan pound. Investor menimbang kombinasi risiko geopolitik, dinamika inflasi, serta potensi kilas balik kebijakan sebagai faktor utama pergerakan di EUR/GBP.
Secara keseluruhan, EUR/GBP menunjukkan kecenderungan menurun dengan risiko volatilitas yang meningkat, bergantung pada rilis data selanjutnya serta bagaimana kebijakan bank sentral berkembang. Perilaku pasar tetap sensitif terhadap faktor geopolitik dan pernyataan resmi dari ECB maupun BoE yang dapat mengubah sentimen investor secara signifikan.