EUR/GBP tertekan di tengah data tenaga kerja Inggris yang resilient dan sentimen zona euro melemah

EUR/GBP tertekan di tengah data tenaga kerja Inggris yang resilient dan sentimen zona euro melemah

trading sekarang

EUR/GBP bergerak di bawah arah utama karena Pound menguat terhadap Euro setelah data tenaga kerja Inggris menunjukkan resilien. Data klaim pengangguran meningkat di bulan Maret, tetapi perubahan pekerjaan dan tingkat pengangguran menunjukkan ketahanan pasar tenaga kerja secara keseluruhan. Temuan ini memberi ruang bagi Bank of England untuk menilai langkah kebijakan tanpa terburu-buru mengubah arah. Pasar tetap waspada hingga rilis inflasi Inggris nanti.

Di sisi lain, sentimen di Zona Euro tetap lemah meski dukungan ekonomi mencoba membaik. Lemahnya ZEW menunjukkan kekhawatiran terhadap pertumbuhan, menambah tekanan pada EUR. Investor juga mempertimbangkan dampak kenaikan harga minyak terhadap inflasi dan biaya produksi di wilayah tersebut. Ketidakpastian geopolitik menambah volatilitas yang perlu dipantau lebih lanjut.

Meski perhatian tertuju pada data dan kebijakan, momentum pergerakan pasangan EUR/GBP relatif tidak kuat dan berada dalam kisaran. Para pelaku pasar menilai bahwa volatilitas bisa meningkat jika data inflasi Inggris atau komentar pejabat BoE mengubah ekspektasi suku bunga. Laporan analisis oleh Cetro Trading Insight menekankan perlunya kehati-hatian karena dinamika minyak dan kebijakan global tetap menjadi faktor penentu jangka pendek.

Penurunan tajam pada ZEW Economic Sentiment Index untuk Zona Euro menunjukkan perlambatan yang lebih besar dari yang diperkirakan. Angka turun menjadi -20.4 pada bulan April, melampaui ekspektasi pasar dan meningkatkan ketidakpastian terhadap prospek pertumbuhan. Kondisi ini menambah beban bagi pembuat kebijakan untuk menjaga keseimbangan antara inflasi dan aktivitas ekonomi.

Nilai survei tersebut juga menggarisbawahi ketegangan di wilayah energi yang lebih luas. Kekhawatiran soal pasokan energi dan biaya energi yang lebih tinggi berpotensi mendorong inflasi ke level yang lebih tinggi. Pasar menilai bahwa eskalasi biaya energi dapat mempengaruhi keputusan kebijakan dalam beberapa bulan ke depan.

ECB tetap berhati-hati meski ada spekulasi mengenai langkah kenaikan suku bunga. Para pejabat menegaskan perlunya menilai data lebih lanjut sebelum mengambil langkah kebijakan. Dalam konteks ini, komentar dari Lagarde dan de Guindos menekankan pentingnya kerangka data untuk menentukan arah kebijakan, mengingat volatilitas saat ini.

Rilis inflasi Inggris untuk bulan Maret menjadi fokus utama bagi pembuat kebijakan dan pelaku pasar. Data ini diperkirakan akan membentuk jalur kebijakan BoE pada pertemuan mendatang. Investor menimbang apakah ada ruang untuk pelonggaran atau pengetatan lebih lanjut sesuai tekanan biaya dan dinamika pertumbuhan domestik.

Survei Reuters menunjukkan semua ekonom yang disurvei memperkirakan BoE akan mempertahankan Bank Rate di 3.75% pada pertemuan April. Sekaligus sebagian besar responden memperkirakan bahwa tingkat suku bunga akan berhenti berubah sepanjang sisa tahun. Ekspektasi ini mencerminkan keseimbangan antara kebutuhan untuk menahan inflasi dan dukungan bagi aktivitas ekonomi.

Dengan tekanan biaya energi yang tetap, kebijakan BoE mungkin perlu menilai langkah-langkah yang terukur. Data tenaga kerja Inggris yang resilien memberi ruang bagi BoE untuk menilai kebijakan tanpa mengambil langkah pelonggaran agresif. Analisis pasar dari Cetro Trading Insight menekankan bahwa data inflasi yang lebih kuat atau lemah dapat mengubah perhitungan kebijakan dalam beberapa bulan ke depan.

broker terbaik indonesia