XAG/USD menguat sekitar 2,3% ke dekat $78,50 pada pembukaan perdagangan Eropa, sementara minyak WTI turun sekitar 2,3% ke sekitar $87,60. Pergerakan ini mencerminkan dinamika pasar energi dan logam mulia yang saling terkait di tengah ketidakpastian geopolitik. Cetro Trading Insight menilai koreksi minyak sebagai katalis yang memberi ruang bagi logam mulia untuk bergerak lebih lanjut.
Penurunan harga minyak mengubah ekspektasi inflasi global dan menambah daya tarik aset non-yield seperti perak. Namun pelaku pasar tetap memperhatikan kebijakan moneter dan dolar yang bisa membatasi gerak harga. Secara keseluruhan, logam mulia masih menunjukkan potensi naik, meski risiko volatilitas tetap ada.
Di sisi geopolitik, perpanjangan gencatan senjata AS-Iran menambah kehati-hatian pasar. Trump mengindikasikan bahwa serangan terhadap Iran akan dilanjutkan jika proposal unik tidak diterima, sementara blokade pelabuhan tetap berlaku. Dalam konteks ini, kebijakan Fed dan arus arus dana global tetap menjadi pendorong utama volatilitas harga logam.
Indeks dolar AS (DXY) turun sekitar 0,13% menjadi dekat 98,27, setelah pengumuman perpanjangan gencatan senjata AS-Iran. Pernyataan ini membuat logam mulia lebih menarik bagi investor yang mencari diversifikasi tanpa dolar, meningkatkan kebijakan risiko. Secara umum, sinyal ini mendukung sisi positif XAG/USD meski fleksibilitas pasar tetap tinggi.
Kepemimpinan baru Federal Reserve, yakni Ketua Warsh, memunculkan ekspektasi reformasi kebijakan dan neraca yang lebih kecil. Pasar menilai dampaknya terhadap likuiditas dan peluang suku bunga ke depan, yang pada akhirnya mempengaruhi logam mulia. Meski demikian, hubungan antara kebijakan moneter dan volatilitas mata uang tetap menjadi aset pendukung terhadap perak.
Dalam konteks teknikal, dolar yang lebih lemah menambah ruang bagi harga perak untuk mencoba retasan ke atas. Namun dinamika pasar menahan diri karena adanya pola Ascending Triangle pada kerangka harian dan area resistance di sekitar $81,33. Investor akan memperhatikan jika harga mampu menembus resistance tersebut untuk melanjutkan reli menuju target sekitar $87,45.
XAG/USD saat ini menunjukkan bias netral jangka pendek meski terbentuk pola Ascending Triangle pada kerangka harian. Pola ini cenderung mengindikasikan peluang kenaikan jika harga berhasil menembus level resistance utama. Pada saat ini, harga bergerak di sekitar EMA 20 periode di sekitar $77,00.
RSI berada di kisaran 40–60, menandakan ketidakpastian di antara para pelaku pasar. Namun dukungan teknikal terlihat dekat dengan garis tren naik dan EMA 20, menyiratkan peluang pembalikan jika momentum positif berlanjut. Kunci bagi upside lebih lanjut adalah penembusan area resistensi sekitar $81,33.
Skenario bullish memiliki syarat yang jelas: tutup harian di atas $81,33 membuka peluang menuju target sekitar $87,45. Sebaliknya, penutupan di bawah $77 akan melemahkan bias bullish dan dapat memicu koreksi lebih dalam. Dalam konteks likuiditas global, pergerakan harga minyak dan dinamika dolar tetap menjadi faktor penggerak utama.