EUR/GBP berada dalam tekanan dan diperdagangkan dekat 0.8690 pada sesi Asia, menjelang rilis data CPI Inggris untuk Maret. Inflasi headline diperkirakan naik menjadi 3.3% year-on-year, dengan Core CPI yang diasumsikan tetap di 3.2%. Kondisi ini menambah volatilitas jangka pendek pada pasangan mata uang ini.
Data inflasi Inggris akan menjadi pendorong utama pergerakan minggu ini. Laju inflasi yang meningkat bisa memperkuat tekanan pada pound jika BoE tetap pada jalur kebijakan yang menahan volatilitas suku bunga, sementara EUR tetap terjaga oleh kebijakan ECB. Risiko data ini adalah respons pasar yang cepat terhadap angka headline dan inti CPI.
Di sisi tenaga kerja, data menunjukkan gambaran campur. Tingkat pengangguran ILO turun menjadi 4.9%, melampaui konsensus 5.2%. Sementara itu, klaim pengangguran naik sebesar 26.8 ribu dan perubahan pekerjaan 3 bulan melambat ke 25 ribu, di samping laju upah inti sebesar 3.6% YoY.
Analis Rabobank, Jane Foley, menilai ketidakpastian politik Inggris, termasuk posisi PM dan prospek pemilu Mei, dapat membebani sentimen GBP. Kenaikan ekspektasi pengetatan BoE yang awalnya mendukung GBP kini menurun, sehingga volatilitas pasar lebih mungkin terjadi karena inflasi tetap tinggi.
Di sisi Eropa, Presiden ECB Christine Lagarde menekankan bahwa prospek zona Euro tetap sangat tidak pasti di tengah guncangan pasokan energi yang besar. Ketegangan di Timur Tengah serta blokade Selat Hormuz menambah risiko bagi stabilitas harga energi dan keuangan regional.
Walau demikian, Lagarde menyatakan bahwa harga energi belum mencapai level terburuk, sehingga fragilitas outlook Eurozone tetap ada tetapi belum mencapai skenario terburuk. Ketidakpastian ini menambah tekanan pada EUR/GBP karena pergeseran kebijakan antara BoE dan ECB masih menjadi faktor penentu utama.
Secara teknikal, pergerakan EUR/GBP masih dibayangi oleh dinamika data ekonomi AS dan prospek kebijakan moneter. Pasangan ini cenderung berada di kisaran rendah jika data UK lebih kuat dari ekspektasi dan ECB menjaga ketidakpastian.
Pada sisi grafis, jika data CPI Inggris mengecewakan, EUR/GBP bisa melemah lebih lanjut menuju area 0.8650–0.8700, sedangkan jika tekanan inflasi menurun dan sentimen politik mereda, euro bisa menguat terhadap sterling menuju 0.8720–0.8780. Namun, arah jelas sulit ditentukan tanpa konfirmasi data utama dan pernyataan kebijakan selanjutnya.
Kesimpulannya, dinamika inflasi UK dan kebijakan ECB saat ini memberikan gambaran netral untuk EUR/GBP, dengan risiko lebih condong ke volatilitas daripada arah tegas. Investor disarankan memantau rilis CPI Inggris serta komentar dari pejabat ECB untuk melihat sinyal pasar lebih lanjut.