EUR/GBP berada di bawah tekanan karena pelaku pasar menimbang lanskap kebijakan moneter ECB dan BoE. Pergerakan euro melemah terhadap sterling untuk hari kelima berturut-turut, didorong oleh kekhawatiran terhadap arah kebijakan kedua bank sentral di tengah risiko inflasi yang dipicu lonjakan harga minyak. Pada saat ini, pasangan mata uang ini diperdagangkan sekitar 0.8628, mendekati level terendah sejak 4 Februari. Kondisi ini mencerminkan ketidakpastian arah kebijakan BoE dan potensi perubahan sikap ECB dalam menghadapi dinamika inflasi global.
Sebelumnya, pasar membangun ekspektasi BoE akan memangkas suku bunga pada keputusan kebijakan berikutnya, dengan probabilitas sekitar 80 persen. Namun potensi tekanan inflasi akibat harga minyak yang lebih tinggi membuat para policymaker berhati-hati dan mungkin menunda pemotongan tersebut. David Miles dari Office for Budget Responsibility menyatakan bahwa guncangan energi bisa mendorong inflasi konsumen sekitar 1 persen lebih tinggi di akhir tahun jika gambar harga tidak berubah signifikan.
Sementara itu, langkah IEA yang will melepas sekitar 400 juta barel minyak dari cadangan strategis global bertujuan menahan lonjakan harga energi. Pasar juga menilai ECB masih memiliki peluang untuk menaikkan suku bunga, meskipun risiko pertumbuhan di zona euro menahan potensi kenaikan. Perbedaan arah kebijakan ini membebani EUR/GBP karena pandangan pasar memberi dukungan lebih kuat pada Sterling dibandingkan potensi pengetatan ECB terhadap euro. ECB juga menegaskan komitmennya untuk bertindak jika lonjakan harga energi menjadi lebih persist, sebuah sinyal yang menggambarkan risiko inflasi lebih tinggi bersamaan dengan perlambatan prospek ekonomi. Pembuat kebijakan ECB Joachim Nagel menekankan bahwa bank sentral akan bertindak tegas jika lonjakan harga energi mengundang inflasi yang lebih tinggi secara berkelanjutan.
Secara umum pasar menilai bahwa dua bank sentral menghadapi arah kebijakan yang berbeda. Kebijakan BoE yang cenderung menghapus ekspektasi pemotongan suku bunga menambah dukungan bagi Sterling, sementara ekspektasi bahwa ECB akan menaikkan suku bunga masih menjadi faktor penekan bagi euro. Di tengah harga minyak yang tetap tinggi, euro berhadapan dengan tekanan tambahan karena Eropa adalah konsumen energi utama, sehingga EUR/GBP cenderung melanjutkan tren melemah dalam jangka pendek.
Dinamika momentum teknikal juga menegaskan arah tersebut. Pasangan EUR/GBP diperdagangkan di sekitar 0.8628 dengan bias turun yang jelas, meskipun volatilitas tetap tinggi. Proyeksi probabilitas ECB untuk menaikkan suku bunga sekitar 60-70 persen pada Juni memperkuat pandangan bahwa euro kurang menarik dibanding pound bagi investor saat ini. Risiko inflasi lebih tinggi akibat harga minyak menambah beban bagi zona euro dan mengurangi peluang rebound EUR terhadap GBP.
Analisa Sinyal Trading: posisi jual EURGBP direkomendasikan dengan open 0.8628, target 0.8490, stop loss 0.8720. Rasio risiko/imbalan mendekati 1:1.5, sesuai paparan fundamental yakni perbedaan arah kebijakan antara ECB dan BoE serta tekanan inflasi akibat minyak. Sinyal ini sejalan dengan dinamika pasar saat ini dan tidak melibatkan instrumen lain.