
EUR/JPY melemah seiring Yen Jepang menguat tipis dan suasana pasar tetap waspada setelah dugaan intervensi pekan lalu. Pasar mencermati pergerakan di sekitar level kunci sebagai sinyal tindakan otoritas, meski konfirmasi resmi belum keluar. Pergerakan ini juga mencerminkan ketidakpastian yang berlarut terkait dinamika suku bunga dan likuiditas global.
Penurunan EUR/JPY terjadi meski sentimen global mencoba pulih, karena tekanan di zona Euro terasa setelah beberapa dinamika di Timur Tengah. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memperburuk sentimen risiko dan membatasi pola pergerakan mata uang mayor. Akhirnya, EUR/JPY melanjutkan penurunan untuk hari kedua berturut-turut, sekitar 183.80 pada sesi Asia.
Inflasi Tokyo menunjukkan pola yang mencerminkan dinamika inflasi, dengan lonjakan biaya energi mendorong angka inflasi secara keseluruhan sementara inti inflasi turun menuju level terendah satu tahun. Kondisi ini menambah keraguan terhadap langkah BoJ ke depan dan berpotensi mempengaruhi arah yen dalam jangka pendek, meski fokus pasar tetap pada dinamika EUR/JPY.
Risiko geopolitik di Timur Tengah tetap menjadi risiko utama bagi pasar valuta asing. Eskalasi ketegangan menekan permintaan terhadap aset berisiko seperti EURJPY karena investor cenderung menjaga likuiditas dan menghindari eksposur tinggi terhadap risiko. Kondisi ini memperkuat bias teknis pada mata uang regional sambil menekan pergerakan silang antara euro dan yen.
Kementerian Keuangan Jepang menegaskan kesiapan untuk bertindak terhadap pergerakan valas spekulatif demi membatasi kelemahan Yen. Pernyataan tersebut menambah dinamika volatilitas tanpa mengubah arah secara tegas, namun memberikan isyarat bahwa otoritas akan bertindak jika volatilitas meningkat. Trader perlu memperhatikan sinyal kebijakan tersebut sebagai bagian dari manajemen risiko jangka pendek.
Laporan harian juga menyoroti insiden di Hormuz dan Fujairah serta potensi dampaknya terhadap rute pelayaran dan pasokan energi. Ketegangan dengan Amerika Serikat dan sekutu meningkatkan kekhawatiran mengenai stabilitas pasar energi, yang pada akhirnya mempengaruhi likuiditas pasar valuta asing. Dalam konteks ini, hubungan antara dinamika geopolitik dan pergerakan EUR/JPY tetap menjadi kunci bagi arah harga kedepannya.