
EUR/JPY berhasil membalik arah setelah koreksi yang berlangsung dari catatan tertinggi satu bulan. Pergerakan harga saat ini berada di sekitar 185.75, dengan kenaikan sekitar 0.15 persen pada sesi Eropa awal. Kondisi ini menunjukkan adanya minat beli yang cukup kuat meski pasar mempertimbangkan risiko dari dinamika carry trade.
Di samping itu, pelemahan dolar AS mendukung euro, karena pelaku pasar mengharapkan sisi mata uang yang lebih ringan membentuk dasar bagi pergerakan pasangan ini. Keberlanjutan carry trade dipicu oleh perbedaan suku bunga yang luas antara BoJ dan zona euro, memperkuat arsitektur pendanaan silang yang mendukung pembelian euro terhadap yen. Secara umum, sentimen teknikal tetap mengarah ke peluang rebound meskipun sebagian pelaku pasar waspada terhadap potensi intervensi.
Namun ada kekhawatiran terhadap intervensi yang mungkin dilakukan untuk menopang yen, sehingga kenaikan lebih lanjut bisa terbatas menjelang rapat ECB. Investor juga menyiapkan diri menantikan rilis CPI Jepang serta flash PMIs global di akhir pekan untuk menentukan arah jangka pendek EUR/JPY. Secara keseluruhan, kerangka fundamental masih mendukung sisi bullish meski ada risiko teknis yang perlu diwaspadai.
Carry trade tetap menjadi isu utama karena perbedaan suku bunga antara Jepang dan mitra utama, termasuk zona euro. Bank of Japan secara bertahap mulai menormalisasi kebijakan dengan menaikkan suku bunga jangka pendek menjadi 1.00 persen, tertinggi sejak 1995. Langkah ini memberi sinyal bahwa yen tetap relevan sebagai mata uang pendanaan meski arah kebijakan masih terpantau jauh dari rekan-rekan globalnya.
Di sisi lain, deposit facility ECB berada di 2.25 persen, menciptakan gap sekitar 125 basis poin yang mendorong investor menggunakan yen sebagai sumber pendanaan agar bisa membeli euro dengan imbal hasil lebih tinggi. Pasar tetap waspada terhadap potensi langkah intervensi untuk menopang yen, meski kebijakan normalisasi terus berjalan. Hal ini bisa membatasi lonjakan EUR/JPY meski sentimen jangka menengah tetap positif.
Analisis yang disampaikan oleh Cetro Trading Insight menunjukkan bahwa jika tekanan intervensi meningkat, pergerakan signifikan bisa terjadi seketika. Namun saat ini kombinasi kebijakan moneter dan dinamika pasar mendukung peluang bullish dengan manajemen risiko yang tepat.
Fokus pasar minggu ini adalah rilis inflasi Jepang dan indeks PMI flash global pada hari Jumat, karena data tersebut bisa menentukan arah jangka pendek EUR/JPY. Secara teknikal, setup saat ini mendukung peluang pembelian dengan target resistance terdekat di sekitar 187.75 jika momentum tetap positif. Investor juga menimbang bagaimana data rilis tersebut bisa memicu pergerakan lanjutan atau justru menunda kenaikan lebih lanjut.
Indikator ZEW Jerman berpotensi memicu peluang jangka pendek dengan sinyal bahwa sentimen ekonomi masih menunjukkan dinamika yang menguntungkan. Laporan ini bisa memberikan pandangan tambahan bagi pelaku pasar untuk menimbang risiko gejolak di pasar obligasi dan mata uang. Dengan fokus pada koordinasi kebijakan ECB dan BoJ, sisi teknikal tetap mendukung skenario bullish jangka menengah.
Singkatnya, tren EUR/JPY cenderung bullish secara umum meski masih rentan terhadap kejutan kebijakan. Disampaikan oleh Cetro Trading Insight, prospek harga bergantung pada bagaimana pelaku pasar merespons rilis data utama dan potensi langkah intervensi. Pasar tetap mengarah pada perolehan lebih lanjut asalkan risiko tetap terkelola, dengan target harga yang realistis dan stop yang ketat.