Menurut laporan tim riset Danske, euro menjadi mata uang G10 kedua dengan kinerja terbaik minggu lalu, di balik NOK. Kinerja tersebut muncul meski tekanan harga energi tetap tinggi. Analisis menyoroti spekulasi bahwa ECB bisa menaikkan suku bunga pada pertemuan berikutnya bulan April, yang mendorong pasar menilai lebih tinggi ekspektasi suku bunga euro.
Kebijakan repricing ECB telah mendorong imbal hasil euro lebih tinggi, sehingga EUR tetap mendapat dukungan. Perkiraan kenaikan suku bunga sejak pertemuan mendatang menambah tekanan pada ekspektasi pasar dan membantu euro menguat terhadap mitra utama. Pasar juga mencermati bagaimana respons volatilitas harga energi mempengaruhi jalur kebijakan.
Di sisi data, indikator kepercayaan konsumen flash untuk Maret akan memberi gambaran awal tentang bagaimana sentimen konsumen merespons ketegangan geopolitik dan lonjakan harga energi. Hal ini penting karena dapat membentuk jalur kebijakan ECB di masa mendatang. Sementara itu, pelaku pasar menilai bagaimana perubahan risiko geopolitik akan mempengaruhi imbal hasil dan pergerakan mata uang.
PMI Maret untuk zona euro, Inggris, dan AS menjadi sorotan pekan ini dan dianggap sebagai indikator utama kesehatan aktivitas ekonomi. Hasilnya diharapkan memberi petunjuk tentang daya tahan pertumbuhan dan tekanan harga dalam rantai pasok. Analisis pasar menekankan bahwa variasi kecil pada angka PMI bisa memicu penyesuaian signifikan pada ekspektasi kebijakan bank sentral.
Di dalam Dewan Eksekutif ECB, Lagarde menyampaikan nada kebijakan yang seimbang, mencerminkan adanya perbedaan pendapat di internal. Beberapa anggota menangkis langkah hawkish jika inflasi tetap terkendali, sementara Nagel membuka peluang kenaikan suku bunga pada April jika risiko inflasi meningkat. Ketegangan ini menunjukkan dinamika kebijakan yang tidak terlihat konstan seperti beberapa waktu lalu.
Di sisi lain, pasar menantikan keputusan Norges Bank pada hari Kamis, yang dapat menambah arah pada likuiditas dan imbal hasil global. Keputusan tersebut menambah dinamika volatilitas jangka pendek di pasar FX. Investor menilai bagaimana respons kebijakan di Skandinavia bisa memicu penyesuaian lintas wilayah. Meski begitu, fokus utama tetap pada EURUSD dan bagaimana perbedaan kebijakan antara bank sentral utama mempengaruhi arah mata uang.
Artikel ini disusun oleh Cetro Trading Insight