Analisis oleh Nordea menunjukkan EUR/SEK telah menembus level rendah baru, sejalan dengan narasi SEK yang kuat karena pelemahan dolar AS dan arus repatriasi yang besar. Di tengah gambaran tersebut, institusi Swedia dan investor ritel secara bertahap mengurangi eksposur terhadap ekuitas AS dan portofolio global, sehingga tekanan pada SEK tetap signifikan meski relatif stabil pada level tertentu. Secara umum, nilai tukar dinilai tidak terasa mahal terhadap euro maupun dolar pada saat ini, meskipun pergerakannya cukup volatile.
Catatan utama para analis juga menekankan bahwa pergerakan EUR/SEK tidak berasal dari satu faktor saja. Proyeksi house view menekankan perlunya waktu untuk menembus level terdekat, mengingat volatilitas pasar yang melekat dan dinamika aliran dana lintas negara. Narasi utama tetap bahwa SEK bull move berjalan seiring pelemahan dolar dan berlanjutnya arus repatriasi global yang mendukung mata uang Swedia tersebut.
Di sisi global, arus aliran dana domestik dan internasional yang kuat menambah dukungan bagi SEK. Meski arus masuk-keluar bisa berubah tergantung risiko geopolitik, gambaran makro global saat ini memberi landasan bagi SEK untuk mempertahankan beberapa momentum penguatan. Namun para analis juga memperingatkan agar pelaku pasar tetap waspada terhadap potensi perubahan kebijakan moneter yang bisa mengubah arah pergerakan di masa depan.
Peninjauan mendalam menunjukkan bahwa institusi Swedia serta investor ritel mengurangi eksposur pada dolar dan aset berdenominasi dolar lainnya. Beberapa dana pensiun besar, termasuk Alecta, dilaporkan menjual US Treasuries tanpa hedging, disertai penjualan dana ekuitas global beresiko dolar. Langkah-langkah ini berkontribusi pada tekanan relatif terhadap dolar sambil memberikan ruang bagi SEK untuk menguat.
Di samping aliran dana, fokus pasar beralih ke dinamika kebijakan moneter dan faktor geopolitik yang berkaitan dengan deglobalisasi modal. Perbedaan kebijakan moneter antar bank sentral dan perubahan persepsi risiko global menjadi faktor penting yang bisa mempengaruhi biaya peluang memegang mata uang utama. Dalam konteks ini, SEK cenderung lebih menarik dibandingkan mata uang utama lain meski risiko tersendiri tetap ada.
Secara keseluruhan, nilai tukar SEK dinilai tidak mahal di level saat ini jika dibandingkan euro maupun dolar, dengan dukungan dari fondamen domestik yang kuat. Pelaku pasar dianjurkan untuk terus memantau perubahan aliran dana dan potensi tekanan kebijakan. Bila data inflasi dan pertumbuhan menunjukkan ketenangan, SEK berpotensi mempertahankan momentum tanpa mengorbankan mitigasi risiko.
Risiko terbesar terhadap pergerakan SEK berasal dari kebijakan bank sentral Swedia, Riksbank, yang dikenal bisa bersikap sangat tegas terhadap mata uang. Narasi ini mengingatkan bahwa potensi sinyal inflasi jangka pendek yang rendah bisa membuat kebijakan ultra-dovish bertahan lebih lama. Ketidakpastian geopolitik juga bisa memicu volatilitas tambahan pada pasangan EURSEK.
Secara makro, faktor global seperti pelemahan dolar dan arus dana yang berulang menambah tekanan positif pada SEK dalam jangka pendek. Namun, kebijakan moneter yang ekspansif serta risiko politik dapat mengubah arah pergerakan dengan cepat. Investor disarankan menjaga keseimbangan portofolio sambil terus memantau rencana Riksbank dan data inflasi serta pertumbuhan domestik.
Kesimpulannya, meskipun SEK terlihat memiliki momentum positif dalam beberapa tahap, risiko kebijakan moneter dan dinamika geopolitik tetap menjadi faktor penting. Dengan memperhatikan jalur aliran dana, inflasi, dan penyesuaian kebijakan, bias terhadap SEK bisa bertahan namun perlu pendekatan berhati-hati. Cetro Trading Insight menilai situasi ini memerlukan manajemen risiko yang cermat karena potensi perubahan arah pasca rilis data ekonomi utama.