EUR/USD melemah mendekati 1.1530 akibat memudarnya harapan gencatan api Timur Tengah dan dorongan data AS yang lebih kuat

EUR/USD melemah mendekati 1.1530 akibat memudarnya harapan gencatan api Timur Tengah dan dorongan data AS yang lebih kuat

trading sekarang

EUR/USD berada di jalur turun pada sesi Eropa, turun sekitar 0,5 persen ke level mendekati 1,1530. Pergerakan ini melanjutkan pelemahan setelah reli singkat dalam dua hari sebelumnya. Pelaku pasar terus mencermati dinamika risiko global dan arah dolar AS yang menguat.

Sentimen risk-off kembali menguasai pasar seiring kekhawatiran bahwa konflik Timur Tengah belum mereda. Indeks dolar AS, DXY, terlihat menguat sekitar 0,5 persen menuju posisi sekitar 100.00. Para pelaku pasar menimbang potensi eskalasi militer dan dampaknya pada likuiditas pasar keuangan.

Harga minyak yang lebih tinggi menambah beban bagi euro karena Uni Eropa sangat bergantung pada impor energi. Ketegangan geopolitik menambah risiko bagi prospek ekonomi regional dan menekan permintaan terhadap mata uang tunggal tersebut. Analis memperingatkan volatilitas yang lebih besar jika konflik baru muncul.

Data ketenagakerjaan ADP untuk Maret menunjukkan penambahan pekerjaan sektor swasta sebesar 62 ribu, lebih tinggi dari ekspektasi 40 ribu. Angka ini menunjukkan kekuatan pasar tenaga kerja meski sedikit di bawah 66 ribu pada rilis sebelumnya. Sementara itu, PMI manufaktur ISM menunjukkan pembacaan 52,7 yang melampaui taksiran 52,5 dan pembacaan 52,4 pada bulan sebelumnya.

Hasil data tersebut memberikan dukungan bagi dolar AS meski sentimen geopolitik tetap sebagai risiko penekan. Data yang lebih kuat menambah argumen bagi penyangga nilai tukar AS dan memicu perdebatan mengenai arah kebijakan moneter. Analisis ini disusun oleh Cetro Trading Insight.

Selain faktor domestik, pergerakan euro juga dipengaruhi oleh harga minyak yang lebih tinggi. Lonjakan harga energi meningkatkan beban biaya bagi EU dan memperumit prospek pertumbuhan regional. Ketidakpastian geopolitik menambah volatilitas pasar dan memicu evaluasi ulang pada aset berisiko dalam portofolio investor.

broker terbaik indonesia