
EUR/USD bergerak naik menuju level tertinggi satu minggu seiring dolar AS melemah akibat perkembangan geopolitik terbaru antara AS dan Iran. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight, media analisis pasar terkemuka.
Iran dilaporkan mengajukan proposal baru melalui mediator Pakistan sebagai respons terhadap amandemen AS yang terakhir. Harapan akan kelanjutan pembicaraan damai meningkat meski detail proposal belum dirilis. Pasar menilai langkah ini sebagai sinyal positif terhadap stabilitas regional dan sentimen perdagangan global.
Di sisi harga, minyak bergerak turun tipis dan indeks dolar DXY turun ke posisi sekitar 97.88. Penurunan dolar ini menambah tekanan bagi greenback tetapi volatilitas tetap tinggi akibat dinamika geopolitik. Secara teknikal, EUR/USD terlihat bergejolak di sekitar level tertinggi satu mingguan.
Data manufaktur AS menunjukkan gambaran yang berbeda antara indikator satu dengan yang lain. ISM Manufacturing PMI tetap di 52.7 pada April, menyamai level tertinggi sejak Agustus 2022. Namun, angka tersebut masih sedikit di bawah ekspektasi 53.0, memberikan konteks terhadap momentum sektor manufaktur.
Di sisi lain, PMI manufaktur S&P Global direvisi naik menjadi 54.5 dari 54.0 sebelumnya dan berada di atas level Maret 52.3, menandai ekspansi terbesar sejak Mei 2022. Laporan ini menambah nuansa positif terhadap aktivitas sektor manufaktur AS meski beberapa indikator lain menunjukkan perlambatan. Pasar menilai kombinasi data sebagai potensi dukungan bagi prospek kebijakan bank sentral.
Para pedagang juga mencermati komentar pejabat bank sentral setelah bank sentral AS mempertahankan suku bunga pada pertemuan terbaru. Kepala Federal Reserve Dallas Lorie Logan mengingatkan bahwa langkah kebijakan berikutnya bisa jelas berupa potongan atau kenaikan, asalkan tetap konsisten. Sementara Neel Kashkari memperingatkan bahwa kejutan inflasi cukup besar bisa menantang ekspektasi kebijakan dan memastikan kredibilitas target 2 persen.
Dengan dorongan dari gejolak geopolitik, EURUSD berpeluang melanjutkan kenaikan dalam jangka pendek. Namun volatilitas pasar tetap tinggi karena faktor teknikal dan risiko geopolitik yang masih mengakar. Pergerakan harga di sekitar level 1.176 saat ini memberikan peluang bagi trader untuk menguji peluang breakout jangka pendek.
Analisa teknikal menunjukkan konstelasi yang tidak menentu meski posisi harga berada dekat level tertinggi satu minggu. Breakout di atas 1.1900 dapat mengkonfirmasi bias bullish jangka pendek, sementara jika turun di bawah 1.1740 bisa memicu tekanan jual. Trader disarankan memperhatikan ukuran posisi dan menggunakan stop loss yang ketat untuk manajemen risiko.
Rencana trading yang direkomendasikan di antaranya memasukkan order buy dengan target pelaksanaan 1.1900 dan stop loss 1.1740. Rasio risiko-keuntungan sesuai struktur ini sekitar 1:4 atau lebih, memenuhi standar minimal 1:1.5. Tetap mengikuti perkembangan berita geopolitik dan data ekonomi agar penyesuaian posisi bisa dilakukan secara tepat waktu.