
Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight. OCBC strategists Sim Moh Siong dan Christopher Wong menunjukkan bahwa perak telah melanjutkan pullback menuju sekitar USD71/oz setelah gagal menembus USD80 pada pertengahan April. Brent yang lebih tinggi, penyesuaian suku bunga yang hawkish, dan penguatan dolar AS memberikan tekanan pada logam mulia yang tidak menghasilkan imbal hasil.
Secara teknis, momentum saat ini cenderung bearish dengan munculnya pola rising wedge. Support utama terletak di USD70 dan USD63; jika level tersebut ditembus, risiko penurunan lebih dalam menuju USD50 meningkat signifikan. Dalam konteks ini, tanda-tanda teknikal menunjukkan potensi pembalikan ke arah bawah jika konfirmasi break muncul.
Momentum bearish tampak melemahkan aksi di pasar, dan beberapa faktor mendukung sentimen negatif dalam jangka pendek. RSI menunjukkan pembacaan mendekati kondisi oversold, menambah kompleksitas dinamika price action. Sementara itu, resistensi berada di sekitar USD75 (21-DMA) dan USD78–USD80 (50–100-DMA), memperkaya peluang bagi penjualan pada level moderat hingga tinggi.
Lewat laporan ini, Brent mendekati USD120/barel, menjaga tekanan inflasi tetap hidup dan memperkuat ekspektasi fiskal dan kebijakan moneter yang lebih ketat. Repricing suku bunga yang hawkish serta penguatan dolar membuat minat terhadap logam non-yielding menurun, termasuk perak.
Kelemahan perak juga dipicu oleh sifat beta industrinya; pasar mungkin kurang antusias mengejar permintaan terkait sektor industri dan energi, khususnya karena ketidakpastian permintaan PV dan risiko pertumbuhan global. Arah makro ini memperberat tekanan pada harga perak dalam beberapa kuartal mendatang.
Dalam jangka pendek, momentum tampak rapuh. Penurunan harga bisa mendapat dukungan dari narasi defisit global dan permintaan fisik investasi, meskipun volatilitas tetap tinggi. Perkembangan teknis dan fundamental dikombinasikan untuk membentuk lanskap pasar yang tidak sepenuhnya jelas bagi trader ritel maupun institusional.
Harga perak saat ini terlihat sekitar USD71,3/oz. Secara teknis, pola bearish semakin kuat dengan support terdekat di USD70 dan USD63, sedangkan resistance berada di USD75 dan USD78–USD80. Break di bawah USD63 meningkatkan peluang nyaris ke USD50 sebagai target lanjutan.
Untuk trader, pendekatan jual direkomendasikan dengan harga masuk sekitar USD71,3. Target pertama adalah USD63, dengan stop loss di sekitar USD75 untuk menjaga risiko tetap terkendali. Rasio risiko-imbangan yang dihasilkan lebih dari 1:1,5 jika target tercapai.
Penting dicatat bahwa arah medium term tetap tergantung pada pergerakan kebijakan dan dinamika pasar global. Trader disarankan untuk memantau pergerakan di sekitar level kunci dan menjaga manajemen risiko yang ketat. Panjangnya posisi tergantung pada konfirmasi price action serta likuiditas pasar pada sesi perdagangan terkait.