Laporan pasar Jumat, 20 Maret oleh Cetro Trading Insight menyoroti pergerakan DXY yang turun ke bawah 100 setelah keputusan suku bunga The Fed. Investor menilai sinyal dari bank sentral dan potensi jalur kebijakan di masa depan. Penurunan daya tukar dolar mencerminkan harapan bahwa laju kenaikan suku bunga akan lebih lambat di luar tahun ini meskipun ada risiko inflasi.
Kepala Federal Reserve Jerome Powell menegaskan bahwa kenaikan harga energi cenderung mendorong inflasi lebih lanjut, yang pada gilirannya dapat menunda langkah potong suku bunga. Sikap yang lebih hawkish ini menambah tekanan volatil pada dolar AS dan mendukung mata uang utama seperti euro. Pasar menilai bahwa kebijakan moneter AS mungkin tetap divergen dibandingkan zona euro dalam beberapa quarter mendatang.
Sementara itu, keputusan ECB menahan suku bunga di 2.00% memicu EUR/USD rebound ke level tertinggi satu minggu mendekati 1.1560. Dalam pernyataannya, bank sentral memperingatkan risiko inflasi yang lebih tinggi akibat konflik di Timur Tengah. Analisis ini menyoroti keterkaitan antara kebijakan moneter, dinamika inflasi, dan risiko geopolitik terhadap arah mata uang utama.
EUR/USD rebound dari tekanan sebelumnya dan bergerak di sekitar 1.1560, menandai respons positif terhadap keputusan ECB. Pasar menginterpretasikan bahwa suku bunga di wilayah euro akan tetap lebih tinggi lebih lama, sejalan dengan komentar ECB tentang inflasi. Momentum teknikal saat ini menunjukkan dorongan bullish jangka pendek yang bisa berlanjut jika data ekonomi tetap menunjukkan kekuatan.
GBP/USD berada di sekitar 1.3400, menguat karena dolar AS melemah pasca kebijakan BoE yang cenderung menahan kenaikan suku bunga. Bank of England juga menyiratkan bahwa jalur kebijakan akan berhati-hati karena risiko inflasi dan dinamika geopolitik. Pelaku pasar menilai bahwa sterling bisa menguat lebih lanjut jika laporan inflasi domestik menambah bukti stabilitas harga.
USD/JPY turun hingga sekitar 157.80 setelah BoJ menjaga kebijakan tetap, dengan dukungan teknikal pada level terendah beberapa hari. Rapat BoJ menunjukkan konsensus terhadap kebijakan hold meski ada suara minor yang mendorong kenaikan. Pasar juga memperhatikan bagaimana arah kebijakan Fed dan BoJ akan mempengaruhi likuiditas pasar pada aset berisiko.
AUD/USD menanjak untuk sesi kedua berturut-turut, diperdagangkan sekitar 0.7060. Dolar Australia tetap didorong oleh inflasi yang relatif tinggi dan sikap hawkish dari Reserve Bank of Australia (RBA). Sentimen risiko global yang membaik mendukung mata uang komoditas dan proyeksi AUD tetap positif.
WTI Oil diperdagangkan sekitar $94.60 per barel, meski sempat menembus level $100 dalam sesi Asia sebelum terkoreksi. Pasokan energi, dinamika geopolitik, serta data ekonomi global memberikan sinyal volatilitas bagi harga minyak. Investor tetap mengawasi laporan inventori AS dan data permintaan untuk mengarahkan arah jangka menengah.
Emas turun mendekati level dua bulan, sekitar $4,502 sebelum sedikit rebound ke sekitar $4,615. Pergerakan emas mencerminkan kombinasi risiko geopolitik dan ekspektasi kebijakan moneter yang berbeda antar bank sentral. Investor mempertimbangkan emas sebagai pelindung nilai sambil menimbang peluang tren utama di pasar komoditas.