
EUR/USD berada di sekitar 1.1415 pada perdagangan Rabu, dengan kenaikan tipis sekitar 0,15 persen. Pasangan ini tetap terbatas di bawah level 1.1420 meskipun ada usaha pemulihan. Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran meningkatkan permintaan terhadap dolar sebagai aset pelindung nilai, sehingga meredam langkah euro.
Pemulihan harga minyak yang kuat menambah tekanan pada ekonomi zona euro yang sangat sensitif terhadap biaya energi. Lonjakan harga energi berupaya menekan upside EUR, karena biaya komoditas menjadi beban bagi aktivitas ekonomi.
Di sisi lain, sentimen pasar tetap berhati-hati karena faktor geopolitik yang belum mereda. Pelaku pasar menilai bahwa pergerakan EUR/USD akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan situasi di Timur Tengah dan respons kebijakan moneter bank sentral.
Rapat kebijakan ECB yang dijadwalkan Kamis menjadi fokus utama bagi pelaku pasar. Banyak analis memperkirakan ECB akan menahan suku bunga untuk jangka pendek, meskipun tekanan inflasi energi bisa menambah dorongan untuk pengetatan lebih lanjut di beberapa bulan mendatang.
ING menyatakan bahwa perbedaan suku bunga antara EUR dan USD masih menjadi faktor utama yang mendukung euro, meskipun rebound harga minyak menambah risiko bagi prospek inflasi.
Pasar menilai bagaimana pernyataan dan konferensi pers setelah rapat itu membentuk ekspektasi pengetatan kebijakan ke depan. Meskipun demikian, para analis menekankan bahwa harga energi akan tetap menjadi risiko bagi arah EUR/USD jika inflasi energi tidak mereda.
Indeks DXY diperdagangkan di atas level 101,00 setelah pulih dari kerugian awal. Permintaan terhadap dolar sebagai aset pelindung nilai tetap tinggi karena risiko geopolitik yang meningkat. Hal ini membatasi pergerakan EUR/USD dan menambah tekanan pada euro.
Sinyal inflasi AS yang lebih lemah baru-baru ini menekan peluang Fed untuk memperketat kebijakan lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang. Pasar terus memantau data ekonomi sebagai petunjuk arah kebijakan ke depan.
Secara keseluruhan, dinamika pasar saat ini menempatkan fokus pada bagaimana risiko geopolitik, harga energi, dan ekspektasi kebijakan moneter akan berinteraksi. Trader dapat melihat bahwa kisaran di sekitar 1.14 tetap relevan hingga adanya kejutan data atau resolusi ketegangan regional.