Pergerakan EUR/USD dipicu oleh sikap hawkish para pejabat bank sentral AS. Ketua Fed Jerome Powell menegaskan bahwa risiko di kedua sisi mandat tetap dipantau dan inflasi masih bisa bergerak naik dalam jangka pendek karena harga energi yang lebih tinggi. Meskipun kebijakan suku bunga berada di rentang 3.5–3.75 persen, komentar Powell meningkatkan probabilitas bahwa dolar akan tetap kuat dalam beberapa sesi ke depan. Pasar juga mencermati Summary of Economic Projections SEP yang menunjukkan proyeksi pemotongan 25 basis poin pada 2026 serta pemotongan 25 bp pada 2027, tanpa perubahan dari proyeksi Desember.
Di sisi lain, ECB diperkirakan mempertahankan kebijakan suku bunga utama tanpa perubahan pada pertemuan mendatang. Investor menantikan komentar Presiden ECB Christine Lagarde yang dapat memberi petunjuk mengenai respons jika harga minyak dan gas tetap tinggi. Reaksi EUR sangat bergantung pada nada pedoman Lagarde; jika ia memberikan sinyal bahwa inflasi dapat terpengaruh, euro bisa menguat, sementara nada yang berhati-hati berpotensi menjaga euro dalam tren lurus.
Secara umum, EUR/USD berada dalam fase konsolidasi di sekitar 1.1450 menjelang keputusan kebijakan ECB. Data AS dan dinamika inflasi global tetap menjadi fokus utama pasar, sehingga volatilitas bisa meningkat meskipun arah utama cenderung tertahan bagi pasangan ini. Analis menilai bahwa pergerakan jangka pendek akan dipicu oleh pernyataan Fed maupun ECB dan bisa mengubah lanskap pasar jika ada kejutan kebijakan.
Analisis teknikal jangka pendek menunjukkan bias turun dengan harga berada di bawah cluster SMA 20 dan SMA 50 pada kerangka 4 jam. SMA 20 berada sekitar 1.1495 dan SMA 50 sekitar 1.1532 membentuk hambatan atas pergerakan harga. Pergerakan harga juga terkepung oleh garis resistance turun dari 1.1821 serta berada di bawah SMA 100 dan SMA 200 di sekitar 1.1617 dan 1.1724, menegaskan tekanan downside.
Indikator Bollinger Bands menurun, dan penutupan terbaru berada di bagian bawah envelope, mendukung momentum jual. RSI berada di kisaran rendah sekitar 40-an, menunjukkan momentum bearish tanpa kondisi oversold, sehingga peluang penurunan masih terbuka. Sementara itu, resistensi pertama berada di 1.1500 yang berdekatan dengan 20-period SMA, diikuti level 1.1531 dekat swing high sekitar 1.1536 dan area dekat bagian atas band Bollinger.
Di sisi bawah, level support terdekat berada di sekitar 1.1400, bekas lantai horizontal yang sejalan dengan bagian bawah kisaran perdagangan terakhir, dengan dukungan lebih lanjut di 1.1340 jika tekanan jual meluas. Pelanggaran yang jelas terhadap 1.1400 akan mengonfirmasi kelanjutan tren downtrend dalam kerangka empat jam.
Rencana trading yang direkomendasikan adalah posisi jual dengan entri sekitar 1.1450. Strategi ini memanfaatkan bias teknikal yang menahan harga di bawah SMA utama. Stop loss ditempatkan di 1.1500 untuk membatasi kerugian jika harga bergerak berbalik.
Fundamental tetap bisa memicu pergeseran dinamika pasar jika komentar Lagarde menimbulkan interpretasi inflasi yang berbeda. Meskipun sinyal teknikal cenderung menuju jual, kejutan kebijakan ECB atau perubahan tempo kenaikan suku bunga Fed bisa memicu volatilitas jangka pendek. Karena itu, ukuran posisi dan manajemen risiko perlu dijaga secara disiplin.
Target profit ditempatkan pada 1.1375 untuk mencapai rasio risiko-imbalan sekitar 1:1.5. Jika rencana ini terealisasi, menjaga eksposur risiko tetap menjadi prioritas. Pengkajian ulang diperlukan jika harga menembus 1.1500 secara jelas karena hal itu bisa mengubah arah tren dan membuka peluang ke level resistance yang lebih tinggi.