EUR/USD Tembus Di Bawah 1,1500 Seiring Permintaan USD Menguat dan Ketegangan Iran Memanas

EUR/USD Tembus Di Bawah 1,1500 Seiring Permintaan USD Menguat dan Ketegangan Iran Memanas

Signal EUR/USDSELL
Open1.150
TP1.139
SL1.156
trading sekarang

EUR/USD kembali melanjutkan penurunan setelah menembus level 1.1500 pada sesi Eropa awal Jumat. Pasangan ini kini diperdagangkan di level yang terakhir terlihat pada November 2025, menggarisbawahi adanya permintaan USD sebagai aset pelindung risiko di tengah suasana pasar yang berhati-hati. Pergerakan ini menambah tekanan pada tren turun jangka pendek dan menempatkan fokus pada level support berikutnya.

Penjualan teknikal terlihat jelas ketika harga menutup di bawah 1.1500, memberikan konfirmasi bagi poros bearish jangka pendek. Trader sering memantau level sekitar 1.1400 sebagai area dukungan yang mungkin menjadi tempat koreksi sementara. Volatilitas juga diperkirakan tetap tinggi karena dinamika pasar global dan respons kebijakan moneter dari bank sentral utama.

Selain faktor teknikal, data ekonomi AS dan pernyataan kebijakan ECB dapat mempengaruhi arah pasangan ini di sesi berikutnya. Pelaku pasar disarankan menunggu konfirmasi harga sebelum menaruh posisi baru karena peluang pembalikan bisa muncul jika harga berhasil bertahan di bawah support atau menembus resistance terdekat. Sinyal yang jelas tetap bergantung pada momentum harga dan perubahan risiko di pasar.

Ketegangan di wilayah Timur Tengah semakin memburuk seiring meningkatnya konflik terkait Iran. Otoritas Iran menyatakan bahwa Selat Hormuz tetap ditutup sebagai alat tekanan terhadap musuh, dan aksi balasan akan terus berlanjut. Ketidakpastian ini memperkuat permintaan terhadap dolar AS sebagai aset aman dan mendorong spekulasi bahwa volatilitas pasar akan tetap tinggi.

Harga minyak mentah melonjak, dengan Brent menembus level di atas 100 dolar per barel dan WTI menembus 90 dolar, mencerminkan risiko pasokan yang meningkat. Kekhawatiran soal gangguan pasokan mendorong premi risiko pada komoditas energi dan menambah tekanan pada likuiditas pasar secara luas. Para analis memperingatkan bahwa dinamika geopolitik bisa memicu lonjakan harga lebih lanjut tergantung pada perkembangan di Hormuz dan respons negara produsen.

Secara keseluruhan, suasana risiko-off memperkuat daya tarik dolar, dan EURUSD cenderung tertekan dalam jangka pendek. Pasar akan tetap sensitif terhadap berita geopolitik serta komentar dari otoritas fiskal dan moneter utama. Pelaku pasar disarankan untuk menjaga manajemen risiko dan fokus pada level kunci yang bisa mengubah arah pergerakan pasangan.

Dalam strategi perdagangan, beberapa trader dapat mempertimbangkan posisi jual EURUSD dengan manajemen risiko yang ketat. Open berada di sekitar 1.1498, target TP di 1.1390, dan Stop Loss di 1.1560 untuk menjaga rasio risiko hingga lebih dari 1:1,5. Rencana ini mengandalkan kelanjutan sentimen risk-off dan penembusan bawah support utama.

Namun jika dinamika geopolitik berubah arah dan pasar mulai membangun peluang rebound, skenario sebaliknya bisa terjadi dengan pembalikan harga menuju area atas. Pelaku pasar perlu memperhatikan pergerakan volumenya dan reaksi harga terhadap berita utama yang dapat memicu perubahan tren. Manajemen risiko tetap menjadi kunci untuk menghadapi volatilitas yang masih tinggi.

Kesimpulannya, pergerakan EURUSD saat ini dipengaruhi gabungan faktor teknikal dan geopolitik, dengan sorotan utama pada level 1.1500 dan potensi pergerakan ke area 1.1400 jika tekanan berlanjut. Strategi trading yang direkomendasikan menekankan eksposur yang terbatas dan disiplin stop loss, mengingat volatilitas bisa meluas tanpa arah jelas. Pembaca didorong untuk terus memantau rilis berita terkait di Hormuz serta langkah respons kebijakan yang dapat mengubah lanskap pasar.

broker terbaik indonesia