EUR/USD menunjukkan bias bearish karena dolar AS tetap kuat di tengah kekhawatiran pasar terkait konflik global dan dinamika kebijakan moneter. Narasi utama adalah dolar yang lebih kokoh didorong data inflasi yang mendukung sikap hati-hati bank sentral.
Secara teknikal, pasangan ini berada dalam tren turun berkelanjutan dan diperdagangkan di bawah SMA 100-hari sekitar 1.17, menandai dominasi tekanan jual. Kondisi ini mencerminkan situasi pasar yang masih berat bagi EUR untuk mempertahankan levelnya di area rendah.
Pada saat penulisan, EUR/USD terpantau sekitar 1.1569, mendekati rendah mingguan. Indikator momentum menunjukkan pelemahan dengan RSI sekitar 33 mendekati wilayah oversold serta MACD berada di bawah nol, meski histogramnya berkurang.
Indikator RSI 14 hari berada di sekitar 33, menunjukkan momentum yang lemah. Komponen tren juga terlihat rapuh meskipun ADX mendekati nilai 29, menandakan kekuatan tren yang mulai meningkat namun belum kuat sepenuhnya.
Level kunci untuk memperhatikan adalah level support sekitar 1.1500. Jika harga menembus area tersebut, target berikutnya bisa berada di 1.1450 dan lanjut ke 1.1400 sebagai jalur bawah yang mungkin ditempuh dalam skenario bearish.
Di sisi atas, resistance terlihat sekitar 1.1650 yang berfungsi sebagai batas atas sementara. Setelah itu, 1.17 dan wilayah 1.1800-1.1825 menjadi zona yang perlu dilihat jika harga mencoba membalik arah dalam upaya pemulihan.
Sinyal jual dapat dilakukan dengan short entry sekitar harga saat ini yaitu sekitar 1.1569. Stop loss ditempatkan di 1.1650 dan take profit di 1.1400 untuk memanfaatkan pelemahan berlanjut. Komentar dari tim Cetro Trading Insight menekankan pentingnya menjaga eksposur risiko dengan manajemen posisi.
Rasio risiko-terhadap-imbalan pada skenario ini mencapai lebih dari 1:1.5 karena jarak ke TP sekitar 169 pips sementara risiko relatif 81 pips. Hal ini sejalan dengan pedoman risk management yang disarankan oleh para analis kami.
Kesiapan untuk menyesuaikan strategi digunakan jika harga menembus 1.1700 secara penutupan harian, yang dapat mengubah ekspektasi arah menuju pembalikan. Selalu perhatikan rilis data ekonomi dan dinamika pasar global yang bisa mempengaruhi volatilitas EURUSD.