Di awal pekan, EUR/USD menunjukkan tekanan turun karena gejolak geopolitik mendorong dolar AS sebagai aset perlindungan. Gap bearish terbentuk di pembukaan sesi Asia, mendorong pasangan tersebut menuju kisaran terendah lebih dari satu tahun, sekitar 1.1520–1.1515. Analisis teknikal juga menunjukkan momentum menurun yang dapat berlanjut jika tidak ada kejutan positif di pasar berita.
Secara fundamental, arah pasar tampak menurun karena faktor risiko energi dan kekhawatiran inflasi global. Sinyal ini menguat seiring meningkatnya permintaan terhadap USD sebagai mata uang cadangan, meskipun ada unsur kejutan geopolitik yang membuat volatilitas tetap tinggi. Pihak investor memusatkan perhatian pada dinamika risiko regional yang dapat mempercepat tekanan pada euro.
Pembahasan di Cetro Trading Insight menekankan bahwa pergeseran sentimen ini menciptakan peluang bagi trader yang memahami hubungan antara risiko geopolitik dan harga energi dengan pergerakan mata uang. Meski begitu, kehati-hatian tetap diperlukan karena reaksi pasar bisa berubah seiring perkembangan berita global.
Harga minyak berhasil menembus level psikologis $100 per barel akibat kekhawatiran gangguan pasokan melalui Selat Hormuz. Lonjakan harga energi ini memicu eskalasi inflasi global dan mendorong imbal hasil obligasi AS lebih tinggi, yang pada akhirnya menguatkan dolar AS terhadap euro. Kondisi ini memperkuat narasi bahwa USD tetap menjadi aset preferensi untuk perlindungan nilai di tengah ketidakpastian geopolitik.
Kondisi tersebut juga memperlambat pemulihan EURUSD karena sumbu kebijakan Fed menjadi lebih terdefinisi dalam konteks biaya energi yang lebih tinggi. Pasar menilai bahwa jalur kenaikan suku bunga mungkin tertahan lebih lama jika inflasi didorong oleh harga minyak, sehingga konsensus memihak dolar dalam jangka pendek.
Para analis di Cetro Trading Insight menilai bahwa dinamika harga minyak dan imbal hasil obligasi akan terus menjadi faktor kunci. Jika tekanan inflasi berlanjut, euro bisa mengalami tekanan lebih lanjut sementara dolar tetap mendapat dukungan dari ekspektasi pengetatan kebijakan moneter AS yang lebih kuat.
Investor menunggu rilis data inflasi AS minggu ini untuk mendapatkan petunjuk terkait arah kebijakan Federal Reserve. Titik fokusnya adalah apakah angka inflasi inti menunjukkan kemajuan yang cukup untuk mengurangi kekhawatiran pasar terhadap laju kenaikan suku bunga. Analisis teknikal menunjukkan bahwa jika harga terus bergerak di bawah level kunci, tekanan turun pada EUR/USD bisa berlanjut.
Geopolitik tetap menjadi faktor utama, dan pergerakan minyak akan terus memberi jeda pada arah pasar. Pasar akan menimbang sinyal dari laporan inflasi terhadap potensi pemotongan atau pengetatan kebijakan Fed dalam beberapa kuartal ke depan. Sementara itu, volatilitas tetap tinggi, menciptakan peluang trading bagi trader yang mampu mengikuti perkembangan berita secara real-time.
Cetro Trading Insight menekankan bahwa meskipun ada tekanan, potensi pasar juga menyisakan peluang bagi swing trader yang fokus pada pergeseran sentimen antara dolar dan euro. Tetap waspada pada level harga dan kejutan berita yang bisa mengubah arah tren secara cepat.