Menurut Robert Both dari TD Securities, kenaikan harga minyak berpotensi memberikan dorongan signifikan bagi pertumbuhan PDB Kanada pada 2026. Meski aliran minyak lebih mahal dapat meningkatkan permintaan energi, manfaatnya tidak sepenuhnya terealisir karena bottleneck ekspor yang ada. Analisis ini juga menyoroti bahwa output gap Kanada diperkirakan tetap negatif hingga 2027, sehingga Bank of Canada (BoC) diperkirakan menahan kebijakan hingga 2026.
Kenaikan harga energi diprediksi menjadi faktor perangsang, namun kendala ekspor membatasi dampak positif terhadap ekonomi riil. TD Securities memperkirakan kapasitas ekspor cadangan sekitar 100-200 ribu barel per hari pada kuartal keempat 2025, disertai potensi tambahan 300 ribu bph jika pengiriman kereta api bisa diperluas. Tanpa ekspansi kapasitas ekspor, tailwind dari harga minyak memiliki batas langsung pada aktivitas ekonomi.
Maxing out infrastruktur pipa yang ada dapat memberikan kontribusi nominal PDB sekitar 8-9 miliar dolar (sekitar 0,3%), menurut baseline mereka untuk harga WTI. Kontribusinya pada PDB riil sekitar 0,2% sebelum efek downstream atau respons fiskal. Peningkatan pengiriman kereta api bisa meningkatkan sumbangan menjadi sekitar 0,6% nominal dan 0,4% riil, tetapi tanpa kapasitas ekspor baru batasan pertumbuhan tetap.
Ekspansi infrastruktur ekspor Kanada menjadi fokus utama untuk menyokong aliran minyak, namun realisasi penuh bergantung pada dinamika logistik. Analisis TD Securities menunjukkan bahwa manfaat logistik akan menentukan sejauh mana minyak dapat mendorong output. Seringkali kapasitas ekspor menjadi pembatas utama dalam skenario pertumbuhan yang lebih luas.
Kapasitas ekspor Kanada dipandang sebagai faktor kunci yang membatasi upside meski harga minyak menguat. TMX pipeline diperkirakan mencapai kapasitas penuh pada April mendatang, yang membatasi tambahan ekspor tanpa proyek baru. Sementara itu, peningkatan pengiriman kereta api diproyeksikan menambah hingga 300 ribu bpd bila kondisinya memungkinkan. Namun, tanpa kapasitas ekspor yang lebih besar, dampak terhadap pertumbuhan ekonomi akan tetap terbatas.
Secara keseluruhan, skenario menunjukkan bahwa dorongan minyak bisa menambah sekitar 0,4 poin persentase pada PDB Kanada di Q4 dibanding baseline $65 per barel. Kondisi ini menjaga output gap tetap negatif hingga 2027, mendukung pernyataan bahwa BoC bisa berada di 'tunggu dan lihat' hingga 2026. Dengan demikian profil pertumbuhan menjadi kisaran tipis, tergantung realisasi kapasitas ekspor dan harga minyak.
Ketika output gap tetap negatif hingga 2027, BoC cenderung mempertahankan sikap kebijakan moneter yang hati-hati melalui 2026 meski minyak memberi sinyal dukungan. Langkah ini mencerminkan fokus pada kestabilan harga dan menimbang risiko pelonggaran permintaan domestik. Kebijakan ini juga menegaskan bahwa perubahan menuju pengetatan atau pelonggaran akan sangat bergantung pada perubahan supply demand energi serta data ekonomi aktual.
Para investor perlu memantau volatilitas harga minyak dan dinamika ekspor sebagai faktor utama dalam prospek CAD serta sektor terkait. Kebijakan BoC kemungkinan tetap menjadi faktor penentu jangka pendek, sehingga timing posisi saat ini perlu kehati-hatian. Risiko eksternal seperti perubahan permintaan global bisa mengubah narasi kebijakan dengan cepat.
Media kami, Cetro Trading Insight, menegaskan bahwa volatilitas jangka menengah sangat dipengaruhi kemampuan Kanada mengatasi bottleneck logistik dan memanfaatkan posisi minyak sebagai sinyal pertumbuhan. Dalam konteks ini, peluang trading lebih terlihat pada instrumen energi dan mata uang yang berhubungan jika konstelasi kebijakan danlogistik membaik. Namun dengan sinyal saat ini, rekomendasi tegas tetap "no".