Menurut analisis Cetro Trading Insight, EUR/USD berada di bawah tekanan karena dolar AS menguat di tengah sentimen pasar yang dipengaruhi data ekonomi AS yang beragam dan ketidakpastian seputar perundingan Iran. Pasangan ini diperdagangkan sekitar 1.1585, turun sekitar 0.20 persen pada hari itu, sementara DXY berada di sekitar 99.40. Ketidakpastian mengenai kapan konflik tegang dengan Iran berakhir membuat pelaku pasar cenderung memilih dolar sebagai aset perlindungan.
Kondisi ini menahan potensi penguatan euro meski terdapat beberapa sinyal teknikal yang diminimalkan oleh pergeseran kebijakan di zona euro. Pasar menilai ECB mungkin menaik suku bunga lebih lanjut meskipun jadwal pelaksanaannya masih bergantung pada perkembangan inflasi. Ketidakpastian ini juga menambah volatilitas pada pasar obligasi regional.
Para pelaku pasar fokus pada arah kebijakan moneter utama ketika mata uang safe-haven masih didorong oleh dinamika geopolitik dan harga energi. Mereka menimbang bagaimana rilis data ekonomi berikutnya bisa memicu pergerakan besar pada EURUSD. Secara umum, pergerakan EURUSD saat ini terlihat rapuh dan menanti klarifikasi lebih lanjut terkait isu-isu inflasi dan kebijakan.
Ketegangan Iran dengan Amerika Serikat menambah ketidakpastian seputar jalannya negosiasi damai, karena Tehran menegaskan akan membatasi hasil perundingan sesuai syarat nasionalnya. Negara tersebut menegaskan tidak akan membiarkan Washington menentukan waktu berakhirnya konflik, meningkatkan ketidakpastian pasar mengenai kapan situasi ini bisa mereda. Hal ini mendorong permintaan terhadap dolar sebagai aset safe-haven dan menambah tekanan pada EURUSD.
Laporan media menyebut adanya paket 15 poin dari AS yang mencakup gencatan senjata sebulan dan pembatasan program nuklir Iran, dengan jaminan akses ke Selat Hormuz untuk menjaga aliran minyak. Iran menuntut syarat-syarat seperti pembayaran kompensasi kerusakan perang dan jaminan tidak ada perang lagi di semua front. Kesepakatan tersebut masih jauh dari terang karena kedua pihak menunjukkan posisi yang saling menegaskan.
Kenaikan harga minyak membebani prospek inflasi global, menambah tekanan bagi ECB dan Fed untuk menjaga ransum kebijakan mereka. Ketika inflasi energi berisiko menular ke inflasi inti, bank sentral perlu menimbang langkah pengetatan secara hati-hati. Perdagangan di EURUSD tetap sensitif terhadap dinamika minyak dan laporan geopolitik terkait blok regional.
Pasar sepenuhnya memandang bahwa ECB akan menghadirkan dua kali kenaikan suku bunga tahun ini, sementara kebijakan Fed diperkirakan berada pada jalur penahanan melalui sisa tahun dan kemungkinan bukan pemotongan hingga 2026.
Kata-kata Presiden ECB Christine Lagarde menekankan kehati-hatian dan menahan tindakan sampai data inflasi dan energi lebih jelas, sambil mengakui perlunya respons kebijakan bila energi mendorong inflasi melebar.
Dalam konteks ini, pelaku pasar disarankan memantau rilis data inflasi, pergerakan harga energi, dan perkembangan diplomatik karena perubahan kecil bisa memicu pergeseran besar pada EURUSD.