Menurut laporan analis pasar, arus minyak melalui Selat Hormuz tetap dibatasi secara signifikan. Fasilitas transit di jalur tersebut menunjukkan kelangkaan pasokan yang berpotensi mendorong volatilitas harga. Pemotongan produksi di negara teluk telah mencapai lebih dari 10 juta barel per hari dan berpotensi meningkat, meningkatkan risiko kekurangan pasokan di pasar global. Secara keseluruhan, arus minyak relatif terhadap level pra-konflik menunjukkan penurunan sangat tajam. Kondisi ini menambah tekanan pada harga jika tidak ada pemulihan yang cepat.
Faktor geopolitik dan dinamika output regional menjadi faktor pendorong utama. Kendala operasional di jalur pengiriman meningkatkan ketidakpastian, sementara perubahan produksi di Gulf memberikan kontribusi signifikan terhadap permintaan pasar. Para pelaku pasar memantau dengan seksama setiap perkembangan yang bisa memicu pergeseran harga secara signifikan. Ketidakpastian ini membuat prospek jangka pendek menonjolkan risiko peningkatan volatilitas.
Selain itu, analisis menyoroti bagaimana respons kebijakan dan dinamika arus penerbangan minyak dapat mempengaruhi harga. Ketergantungan pada rute alternatif dan kapasitas bypass menjadi kunci bagi stabilisasi pasokan, meskipun kapasitas tersebut terbatas. Dalam konteks ini, paparan terhadap perubahan situasi Hormuz menjadi faktor utama dalam penilaian risiko bagi investor komoditas energi.
Pemantauan menunjukkan penurunan likuiditas floating storage di luar wilayah Timur Tengah sekitar sepertiga sejak awal konflik, menambah tekanan pada pasokan yang tersedia. Penurunan cadangan mengendurkan bantalan pasokan dan meningkatkan probabilitas tekanan harga jika arus tidak segera pulih. Pasar menilai bahwa ketersediaan cadangan jangka pendek tidak akan cukup untuk menutupi kehilangan aliran jika gangguan berlanjut.
Respons cadangan strategis global, seperti rilis minyak dari cadangan pemerintah (SPR/SCSPR), dilihat masih belum cukup untuk menyeimbangkan hilangnya pasokan. Laju rilis diperkirakan mendekati 3 juta b/d, tetapi respons ini tidak cukup untuk mengimbangi dampak dari pembatasan aliran besar-besaran. Investor menilai bahwa manfaat pertama dari rilis SPR masih terbatas karena kompleksitas kurva biaya dan dinamika pertukaran minyak.
Lebih lanjut, peringatan utama adalah bahwa selama aliran minyak tetap tertahan, buffer akan semakin berkurang dari hari ke hari. Tanpa adanya kesepakatan yang membawa aliran kembali normal secara cepat, peluang untuk pergerakan harga yang lebih tinggi tetap dominan. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.