Dolar Amerika Serikat menguat karena investor mencari perlindungan ketika risiko geopolitik meningkat. Pasar menilai bahwa kebijakan The Fed mungkin tetap agresif untuk jangka waktu lebih lama karena inflasi yang belum mereda. Kondisi ini mendukung aliran dana ke aset safe-haven dan memberi tekanan pada EURUSD.
Pergerakan harga terlihat dengan pembukaan gap down dan EURUSD bergerak sekitar 1.1760 pada jam Asia. Tekanan utama datang dari dukungan kuat untuk dolar yang berasal dari permintaan safe-haven yang meningkat seiring ketegangan regional.
Investors juga menantikan rilis data ritel AS yang diperkirakan naik, sehingga fokus pasar beralih pada bagaimana pasangan EURUSD merespons dinamika kebijakan moneter kedua wilayah.
Ketegangan antara AS dan Iran kembali meningkat, menambah volatilitas di pasar keuangan dan mata uang.
IRNA melaporkan Tehran menolak melanjutkan pembicaraan dengan AS, menyebut ekspektasi tidak realistis dan kekhawatiran lain.
Penutupan Selat Hormuz oleh Iran telah memperburuk prospek pasokan energi global dan meningkatkan risiko stagflasi di zona euro.
ECB dipantau ketat karena kebijakan suku bunga bisa berubah tergantung pada prospek inflasi dan pertumbuhan. Dalam konteks ini, pasar menilai peluang ECB untuk menaikkan suku bunga di tahun ini meski ada tekanan biaya energi.
Lagarde mengakui biaya energi tinggi mendorong eurozone menjauh dari jalur pertumbuhan, tetapi dia berhati-hati untuk menyatakan kenaikan segera.
Kebijakan moneter gabungan antara Fed dan ECB akan menentukan volatilitas EURUSD ke depan, dengan dolar yang saat ini mendominasi pasar namun tetap sensitif terhadap data ekonomi dan pernyataan kebijakan. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk pembaca yang mencari analisis mendalam. Tim redaksi kami berkomitmen menyajikan pemetaan risiko secara akurat.