EUR/USD Turun 0,21% Didorong DXY Kuat Sambil Pasar Menanti NFP dan Data ECB

EUR/USD Turun 0,21% Didorong DXY Kuat Sambil Pasar Menanti NFP dan Data ECB

Signal EUR/USDSELL
Open1.161
TP1.157
SL1.172
trading sekarang

EUR/USD turun sekitar 0,21 persen seiring penguatan DXY dan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Sentimen pasar yang risk-averse dan data ekonomi AS yang kuat ikut menekan pasangan mata uang ini. Harga saat ini berada di sekitar 1,1609 menjelang rilis NFP pada Jumat.

Faktor geopolitik dan dinamika energi Eropa menambah tekanan pada euro karena ketergantungan impor energi. Ketegangan regional meningkatkan volatilitas dan membuat pelaku pasar lebih berhati-hati dalam mengatur posisi. Pasar juga menilai peluang pemulihan ekonomi global yang rentan terhadap risiko eksternal.

Dari sisi teknikal, EUR/USD berada di sekitar 1,1609 dengan bias jangka pendek cenderung bearish. Moving averages menunjukkan momentum yang melemah dan RSI berada di sekitar 33, sehingga peluang rebound terbatas. Level resistensi utama berada di sekitar 1,1700–1,1720, sementara dukungan terdekat berada di sekitar 1,1615 dan 1,1570–1,1550.

Klaim pekerjaan AS untuk pekan yang berakhir 28 Februari tercatat 213 ribu, lebih rendah dari ekspek­tasi 215 ribu, yang mengindikasikan kekuatan pasar tenaga kerja. Data ini mendukung pandangan bahwa ekonomi AS tetap solid meski ada ketegangan geopolitik. Pasar tetap menantikan data NFP dan tingkat pengangguran menjelang Jumat.

Di sisi lain, laporan Challenger, Gray & Christmas menunjukkan pemutusan hubungan kerja turun drastis sekitar 55 persen pada Februari menjadi 48.300. Penurunan ini menambah bukti kekuatan lapangan kerja dan menambah kepercayaan terhadap konsensus pertumbuhan payroll nonfarm. Para pelaku pasar mencermati bagaimana dinamika ini mempengaruhi laju inflasi dan kebijakan moneter.

Selain itu, pernyataan Thomas Barkin dari Richmond Fed menggarisbawahi kekhawatiran seputar inflasi yang dianggap masih lengket meski data pekerjaan menunjukkan ketahanan. Ia menekankan bahwa risiko terhadap prospek kebijakan bisa bergeser karena perjuangan melawan inflasi belum selesai. Komentar pejabat-bank sentral ini menambah konteks bagi ekspektasi pasar terhadap langkah kebijakan ke depan.

Pada pertemuan terakhir, ECB memutuskan untuk mempertahankan suku bunga dan menilai jalannya inflasi dalam zona euro. Pejabat ECB menilai kemungkinan inflasi turun lebih lanjut di bawah target 2 persen, meskipun risiko eksternal tetap ada. Keputusan ini mencerminkan sikap hati-hati sambil memantau dinamika harga dan tenaga kerja.

Untuk data eurozone, pasar akan menanti rilis pekerjaan dan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Q4-2025, yang diperkirakan akan memberikan gambaran momentum ekonomi. Perkembangan ini juga akan menjadi sorotan pidato Christine Lagarde yang dapat memberikan arah bagi ekspektasi pasar terhadap langkah ECB ke depan.

Secara teknikal, EUR/USD berada di sekitar 1,1609 dengan tekanan sisi bawah tetap terjaga. Resistensi signifikan berada di 1,1700–1,1720, sedangkan target downside berikutnya berada di 1,1615 dan 1,1570–1,1550 jika tekanan berlanjut. Reaksi lebih positif baru mungkin jika harga mampu menembus di atas 1,1720 dan membuka jalan menuju 1,1820 dalam kerangka menengah.

broker terbaik indonesia