
EUR/USD berada di kisaran 1.1385, mendekati level terendah 13 bulan sekitar 1.1324. Meskipun PMI zona euro membaik, sentimen pasar tetap risk-off dan enggan mengambil risiko. Berbagai faktor geopolitik, lonjakan harga minyak, dan perang dagang baru menambah tekanan pada euro.
Beberapa angka PMI zona euro menunjukkan perbaikan, tetapi belum cukup mengubah nuansa pasar. PMI manufaktur Juli naik menjadi 52.0, dari 51.4 Juni, melampaui ekspektasi. Sementara PMI layanan rebound ke 51.6, kembali ke zona ekspansi setelah beberapa bulan kontraksi.
Di luar data domestik, peristiwa geopolitik dan harga minyak yang lebih tinggi memperkuat tekanan pada euro. Brent bertahan di atas $90 per barel, meningkatkan kekhawatiran soal dampak biaya energi bagi negara-negara eurozona. Di samping itu, ancaman kebijakan perdagangan oleh pemerintahan AS menambah risiko bagi sentimen investor dan memperkuat kapasitas dolar sebagai aset aman.
Data PMI zona euro dan Jerman menggambarkan dinamika yang makin positif, meski dampaknya terhadap EURUSD masih terbatas. PMI manufaktur Juli zona euro naik menjadi 52.0, mengalahkan konsensus, sementara PMI layanan berada di 51.6. Pembacaan ini menandakan ekspansi berlanjut meski pasar tetap berhati-hati.
Namun, data kuat itu tidak menghapus risiko global yang membayangi pasar. Secara umum, sentimen risk-off tetap dominan, didorong ketidakpastian geopolitik dan dinamika kebijakan perdagangan. Investor cenderung menahan posisi pada pasangan mata uang utama hingga ada sinyal pembaruan dari data atau berita utama.
Secara teknikal, pergerakan EURUSD tetap berada di bawah level 1.1400 dan bergerak menuju support dekat 1.1324. Rilis data baru atau kejadian geopolitik bisa memicu volatilitas lebih lanjut dan memutus pola ini. Peluang jual tetap relevan bila EUR gagal menembus resistance kecil di sekitar 1.1400.
Gejolak harga minyak menambah beban bagi euro karena biaya energi menjadi faktor penentu pertumbuhan. Brent melonjak di atas $90 per barel setelah serangan terhadap kapal di Teluk Red Sea, memperkuat kekhawatiran pasokan. Ancaman biaya energi ini menambah tekanan pada prospek ekonomi zona euro dan memperkuat fokus investor pada dolar.
Langkah kebijakan Amerika Serikat untuk memberlakukan tarif 10% hingga 12,5% pada lebih dari 80 mitra dagang memperluas lanskap perdagangan global yang lebih proteksionis. Kebijakan tersebut meningkatkan permintaan terhadap dolar sebagai aset likuid dan relatif aman. Ketidakpastian kebijakan menjaga EUR terpapar risiko koreksi saat berita baru muncul.
Secara keseluruhan, outlook teknikal EURUSD masih cenderung bearish dalam jangka pendek jika sentimen risk-off berlanjut. Target penurunan bisa mendekati 1.1324 jika harga menembus level support utama. Risiko volatilitas tetap tinggi, sehingga manajemen risiko perlu mengacu pada level stop dan ukuran posisi yang tepat.