EUR/JPY diperdagangkan sekitar 183.70, naik tipis hari ini. Data inflasi Jerman menunjukkan disinflasi yang berkelanjutan, menambah keyakinan bahwa tekanan harga di kawasan Euro mulai mereda. Kondisi ini mengurangi urgensi kebijakan moneter ketat dari ECB dan memberi ruang bagi mata uang tunggal untuk menguat secara bertahap.
Di sisi lain, dinamika makroekonomi Zona Euro mendukung penilaian bahwa ECB dapat menjaga kebijakan akomodatif dalam jangka pendek sambil menunggu kejelasan jalannya inflasi. Pasar merespon dengan mengalihkan fokus dari risiko defisit fiskal ke stabilitas harga yang lebih konsisten. Sementara itu, pergerakan EUR/JPY juga dipengaruhi oleh yen yang melemah meski terdapat tekanan dari argumen intervensi.
Secara umum, kiprah inflasi Jerman yang melambat dan sinyal disinflasi berkelanjutan menambah dukungan bagi EURJPY, asalkan volatilitas politik di Jepang tidak memicu kejutan yang mengubah skenario risiko. Investor tetap memantau bagaimana ECB menyeimbangkan antara stabilitas harga dan dukungan pertumbuhan. Semua faktor ini menempatkan pasangan mata uang pada jalur yang lebih stabil dengan peluang pergerakan lebih lanjut di atas 183.70.
Nilai Yen menghadapi tekanan berkelanjutan meski pejabat kebijakan menahan nada tegas. Menteri Keuangan Jepang menyatakan bahwa tidak menutup kemungkinan opsi apa pun untuk mempertahankan mata uang, secara eksplisit menyebutkan kemungkinan intervensi bersama dengan Amerika Serikat. Sinyal ini memperkuat kumpulan alat kebijakan yang bisa digunakan untuk menahan kejatuhan yen jika diperlukan.
Rilis pernyataan dan pertemuan terkait intervensi membuat pasar berhati-hati, karena langkah defensif bisa membatasi kelemahan yen lebih lanjut. Pedagang memperhatikan bagaimana Fed dan BOJ menyeimbangkan kebijakan mereka seiring data inflasi dan pertumbuhan mendatang. Ketidakpastian tentang timing intervensi dan dampaknya membuat eur/jpy tetap rentan terhadap rumor dan berita kebijakan.
Ketidakpastian mengenai pemegang kekuasaan politik di Jepang menambah risiko politik, misalnya rumor pemilu mendadak Februari yang dapat memicu pergeseran kebijakan fiskal. Laporan media yang mengulas skenario pemilu mendadak meningkatkan ketakutan bahwa agenda fiskal ekspansif bisa didorong ke depan. Kondisi ini membatasi potensi yen untuk melakukan rebound meski EURJPY tetap berada di zona positif.
Ketidakpastian politik di Jepang terkait pemilu mendadak menggerakkan volatilitas pasangan mata uang. Partai Demokrat Liberal (LDP) diperkirakan meningkatkan kursi di parlemen, sebuah perkembangan yang cenderung mendukung kebijakan fiskal ekspansif. Pasar menilai bahwa hasil tersebut bisa memicu gaya kebijakan moneter yang lebih longgar di beberapa bulan mendatang.
Di sisi lain, kemenangan besar oposisi bisa menghidupkan kembali tekanan penurunan pada yen jika kebijakan fiskal menjadi lebih berhati-hati. Investor menimbang bahwa skenario seperti itu bisa mengubah perimbangan antara stimulus fiskal dan kebijakan moneter, mendorong volatilitas pada EURJPY. Para pelaku pasar tetap mengaitkan momentum EURJPY dengan dinamika fiskal Jepang yang berpotensi mengubah preferensi risiko global.
Meski sentimen pasar masih rapuh, ancaman intervensi bank sentral membatasi penurunan yen secara berlebihan. Sementara EURJPY mempertahankan tren relatif kuat, kondisi politik dan fiskal di Jepang tetap menjadi faktor penentu utama arah pasangan ini. Dengan demikian, kombinasi antara faktor makro di zona euro dan dinamika internal Jepang akan terus membentuk peluang trading dalam rentang dekat.