
Euro menguat terhadap Yen Jepang ke sekitar 185.85 saat sesi Eropa berlangsung. Pergerakan ini mencerminkan perasaan risk-on di pasar setelah laporan kesepakatan antara AS dan Iran yang akan ditandatangani. Cetro Trading Insight menilai dinamika ini sebagai sinyal minat investor terhadap aset berisiko yang didorong oleh optimisme geopolitik.
Di balik optimisme tersebut, kesepakatan US-Iran serta pembukaan Terusan Hormuz menjadi pendorong utama pasar minyak yang turun. Harga minyak yang menurun mengurangi tekanan pada negara pengimpor minyak dan meredam risiko inflasi di beberapa ekonomi. Kondisi ini secara umum mendukung pasangan EURJPY karena euro menunjukkan kekuatan relatif terhadap yen yang cenderung melemah dalam suasana risk-on.
Beberapa pejabat ECB memperingatkan bahwa risiko inflasi jangka pendek masih tinggi meskipun ada kemajuan diplomatik. Mereka menekankan bahwa normalisasi pasokan energi akan memakan waktu dan kebijakan moneter tetap perlu disesuaikan. Sementara itu, pasar menantikan keputusan BoJ yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga pada hari Selasa, menambah dinamika pada pasangan mata uang dua arah ini.
Di sisi euro, risiko inflasi di zona euro tetap menjadi fokus utama untuk para pelaku pasar. Beberapa pejabat ECB menilai bahwa kenaikan 25 basis poin terakhir tidak memberikan relief langsung pada tekanan harga. Pasar terus memperhitungkan bagaimana jalannya kebijakan akan membentuk arus modal di kuartal mendatang.
Joachim Nagel menekankan bahwa pelonggaran inflasi belum terlihat dalam jangka pendek karena pasokan minyak masih belum normal. Ia menambahkan bahwa pemulihan penuh memerlukan waktu berbulan-bulan dan volatilitas harga energi bisa mempengaruhi prospek kebijakan ECB. Komentar tersebut menambah narasi bahwa kebijakan pengetatan bisa bertahan lebih lama dari ekspektasi pasar.
Ketidakpastian inflasi pun berdampak pada perilaku investor terhadap euro. Pasar menilai bahwa suku bunga tetap tinggi dan penyesuaian kebijakan bisa berlanjut meski ada faktor pendukung seperti kesepakatan regional. Dalam konteks EURJPY, dinamika ini menunjukan jarak antara imbal hasil dan ekspektasi kebijakan yang dapat mendorong pergerakan lebih lanjut.
Di Tokyo, perhatian pasar tertuju pada kebijakan BoJ yang diperkirakan menaikkan suku bunga 25 basis poin menjadi 1%. Pengumuman itu diharapkan berlangsung pada Selasa mendatang dan menjadi elemen kunci dalam pembentukan aliran modal. Investor juga mengamati bagaimana langkah BoJ akan berinteraksi dengan sentimen global yang sedang meningkat.
Sejumlah analis menilai bahwa ekspektasi BoJ yang hawkish bisa memperkan yen secara teknis, meskipun faktor risk-on cenderung mendukung euro dalam pasangan EURJPY. Pergerakan harga terakhir menampilkan dinamika antara kebijakan moneter yang berbeda dengan tekanan dari harga energi dan likuiditas global. Dalam kerangka teknikal, EURJPY berada dalam jalur kenaikan yang konsisten seiring optimisme ekonomi global.
Untuk trader, posisi long pada EURJPY didorong oleh sinyal fundamental yang mendasari mood risk-on. Titik masuk yang dihubungkan dengan harga saat ini sekitar 185.85, dengan target sekitar 186.23 dan stop di 185.60, memberikan risiko-ke-imbalan lebih dari 1:1.5 sesuai ekspektasi pasar.