
Pergerakan EURJPY tampak tenang seiring munculnya harapan bahwa Jepang bisa kembali melakukan intervensi. Wakil Menteri Keuangan Jepang untuk Urusan Keuangan Internasional, Atsushi Mimura, menyatakan ia akan memantau pasar valuta asing secara ketat, meski tidak menyebut level spesifik untuk intervensi. Langkah ini menunjukkan kepedulian otoritas Jepang terhadap volatilitas mata uang utama, terutama jika ada tekanan satu arah.
Analys at Pepperstone menyatakan bahwa pergerakan besar tanpa katalis jelas kemungkinan dipicu intervensi diam-diam dari MoF. Mereka menilai lonjakan harga baru-baru ini tidak akan terjadi tanpa katalis, sehingga ada indikasi dukungan kebijakan yang tidak diumumkan. Walau belum ada konfirmasi resmi, pasar tetap menimbang kemungkinan intervensi berulang.
Kondisi yen yang sensitif terhadap kebijakan membuat euro mendapat dukungan dari sentimen risiko yang memuncak. Harapan atas pembukaan lajur perdagangan lewat Hormuz juga menambah daya tarik euro, meski pasar tetap waspada terhadap langkah berikutnya. Investor menunggu petunjuk konkret dari ECB terkait kebijakan moneter untuk arahan lebih lanjut.
EURJPY diperdagangkan dalam kisaran sempit sekitar 183.75 sepanjang sesi Asia Kamis, menunjukkan arah yang belum pasti. Pasar berada di posisi jaga-jaga karena ekspektasi intervensi Jepang masih menggantung di udara. Pergerakan yang terjaga ini mencerminkan kehati-hatian para pelaku pasar menjelang pernyataan resmi selanjutnya.
Gairah risk-on yang lebih kuat membuat mata uang euro relatif lebih kuat terhadap yen, meski dinamika yen tetap bisa berubah jika otoritas Jepang mengambil tindakan susulan. Nilai tukar euro mendapat dukungan dari sentimen global yang membaik dan prospek pemulihan ekonomi di zona euro. Di saat yang sama, ketidakpastian seputar intervensi yen membuat beberapa pelaku pasar berhati-hati sebelum mengambil posisi besar.
Kita juga akan fokus pada pidato Presiden ECB Christine Lagarde yang dijadwalkan beberapa hari mendatang untuk mendapatkan petunjuk kebijakan. Berita terkait potensi penyelesaian konflik di Hormuz serta perkembangan Iran juga bisa mempengaruhi sentimen risiko secara global. Secara teknikal, trader menimbang kombinasi faktor fundamental dan geopolitis sebelum membuka posisi.
Dalam pandangan mendatang, pernyataan Lagarde dipandang sebagai sumber sinyal kebijakan moneter yang berpotensi menggerakkan pasangan EURJPY. Jika Lagarde memberikan panduan kebijakan yang lebih optimis terhadap pemulihan ekonomi, euro bisa mempertahankan daya tariknya terhadap yen. Namun, ketidakpastian mengenai sikap volatilitas tetap menjadi perhatian utama para pelaku pasar.
Di sisi lain, dinamika geopolitik seperti kemajuan pembicaraan Iran atau perubahan kebijakan di wilayah teluk dapat memicu pergerakan volatil di pasar FX. Para pedagang perlu memperhatikan level teknikal dan rilis data ekonomi yang bisa menjadi katalis untuk pelonjakan atau koreksi. Karena risiko berada pada politik global, risk management menjadi aspek penting dalam strategi trading EURJPY.
Kesimpulan bagi trader adalah tetap fokus pada sinyal kebijakan dari tokoh kunci seperti Lagarde dan memantau berita geopolitik terkait Hormuz serta Iran. Karena informasi dalam artikel ini tidak cukup untuk menentukan arah jelas, disarankan menjaga posisi netral hingga ada konfirmasi harga. Karena itu, sinyal trading untuk EURJPY saat ini adalah no dengan level null.