EURJPY Tertekan Inflasi Zona Euro: Yen Menguat dan Risiko Intervensi BoJ Menambah Ketidakpastian

Signal EUR/JPYSELL
Open185.400
TP184.000
SL186.000
trading sekarang

Pada Juni, data Harmonized Index of Consumer Prices (HICP) zona euro menunjukkan inflasi yoy sebesar 2.8%, turun dari 3.2% bulan sebelumnya dan berada di bawah konsensus sekitar 3%. Penurunan ini memperlemah ekspektasi tren kenaikan suku bunga ECB, sehingga memberi tekanan pada euro. Data bulanan juga menunjukkan inflasi mengalami penurunan sebesar 0.1% dibandingkan Mei.

Core HICP, yang mengecualikan item bergejolak seperti makanan dan energi, juga melunak lebih dari ekspektasi, naik 2.4% yoy dan 0.2% secara bulanan. Data tersebut menambah tekanan pada peluang kenaikan suku bunga ECB di masa depan karena tekanan inflasi inti lebih rendah dari target. Pasar pun menimbang risiko kebijakan yang lebih longgar terhadap euro.

Dalam laporan itu, komentar Joachim Nagel dari Deutsche Bundesbank memberi pandangan yang berhati-hati. Ia menekankan bahwa risiko inflasi tetap cenderung ke sisi atas dan bahwa semua opsi kebijakan tetap terbuka untuk pertemuan Juli dan September, sambil menegaskan bahwa kenaikan suku bunga pada Juni bukan langkah asuransi tetapi bagian dari penyesuaian kebijakan yang lebih luas.

Yen menguat karena permintaan safe-haven dan kekhawatiran akan intervensi otoritas Jepang. Pasar memperhatikan sinyal kesiapan tindakan jika pergerakan mata uang terlalu liar, terutama karena EURJPY diperdagangkan sekitar 185.40, turun sekitar 0.15% pada hari itu seiring euro melemah dan yen menguat.

Kebijakan BoJ tetap menjadi fokus, didorong oleh komentar pejabat baru Ayano Sato yang mengatakan perusahaan mulai menaikkan upah dan harga. Hal ini menambah asumsi bahwa dampak yen yang lebih lemah terhadap inflasi bisa lebih besar daripada sebelumnya. Sementara itu kebijakan moneter akan tetap fokus pada inflasi, sedangkan fiskal dipakai untuk mendukung rumah tangga dan bisnis.

Analisis dari Societe Generale menunjukkan bahwa investor mencoba menguji tekad otoritas Jepang. Bank tersebut menilai 165 pada USD/JPY bisa menjadi garis baru pasca intervensi sebelumnya, dan pergerakan short-covering yen yang signifikan bisa terjadi jika pasar menilai pandangan terhadap Federal Reserve membaik atau BoJ terus menaikkan suku bunga. Ketegangan fiskal dan kebijakan ini menambah volatilitas pada pasangan EURJPY.

banner footer