Nilai DXY melemah akhir pekan ini, kembali turun di bawah level 100 menjadi sekitar 99.60 setelah kebijakan Fed mempertahankan kisaran suku bunga 3.50%–3.75%. Pergerakan ini menambah volatilitas pada pasar mata uang utama dan memicu perdebatan mengenai arah dolar jangka menengah. Para analis menilai bahwa dinamika inflasi dan risiko ekonomi AS tetap menjadi faktor penentu arah dolar.
EURUSD diperdagangkan mendekati 1.1550 setelah menyentuh level terendah 2026 di awal pekan, meskipun ECB menunjukkan bias hawkish. Pasar kini menilai sekitar 85% peluang kenaikan suku bunga ECB tahun ini. Keberpihakan kebijakan ini meningkatkan daya tarik euro, terutama jika perbedaannya versus kebijakan moneter AS makin menarik.
GBPUSD berada sekitar 1.3330 setelah BoE mempertahankan suku bunga pada hari Kamis namun mengisyaratkan potensi pengetatan jika inflasi yang didorong energi tetap tinggi. Ketidakpastian geopolitik global dan arus data ekonomi menambah fokus pada EURUSD sebagai opsi utama bagi investor jangka menengah. Dalam laporan ini, Cetro Trading Insight menekankan dinamika EURUSD bisa menjadi pilihan utama bagi strategi perdagangan yang lebih luas.
USDJPY berada di sekitar 159.30, Yen mendapat bid karena BoJ memberi sinyal bahwa jalur normalisasi kebijakan akan dilanjutkan. Kebijakan BoJ yang relatif lebih agresif dibandingkan AS membuat pasangan ini rentan terhadap kejutan data ekonomi dan komentar pejabat bank sentral. Investor memperhatikan tekanan pada dolar AS terhadap pair ini sehingga peluang pergerakan lebih lanjut tetap terbuka.
AUDUSD diperdagangkan di sekitar 0.7010 setelah RBA menaikkan suku bunga untuk pertemuan kedua berturut-turut, meskipun sentimen risiko global tetap membebani Aussie. Perkembangan kebijakan moneter Australia dan dinamika risiko global akan terus mempengaruhi arah AUD. Para pelaku pasar menimbang peluang lebih lanjut, tetapi volatilitas cenderung tinggi karena faktor likuiditas dan data ekonomi.
WTI minyak diperdagangkan mendekati 98 dolar per barel, mendekati level tertinggi mingguan setelah pernyataan Netanyahu tentang upaya membuka kembali Selat Hormuz. Pasar energi tetap menjadi pendorong volatilitas harga dan sentimen risiko global. Emas turun tajam akibat reli imbal hasil obligasi AS dan likuidasi posisi leveraged, meski dinamika geopolitik menambah aliran permintaan safe-haven secara terbatas.
Melihat lanskap saat ini, strategi jangka menengah pada EURUSD bisa diposisikan sebagai bias membeli, didorong pelemahan dolar dan ekspektasi ECB yang lebih agresif. Analisis ini menilai peluang EURUSD menguat seiring perbedaan kebijakan bank sentral AS dan Eropa yang melebar. Pelaku pasar perlu memantau data inflasi Eropa, suasana pasar obligasi, serta arah kebijakan Federal Reserve untuk konfirmasi.
Manajemen risiko menjadi kunci, dengan stop loss dan target profit yang jelas diterapkan agar potensi keuntungan sebanding dengan risiko. Penting juga untuk mempertimbangkan volatilitas pasar yang tinggi pada periode ini serta respons terhadap data ekonomi utama. Tetapkan rasio risiko-imbalan minimum 1:1.5 sebagai pedoman untuk menjaga konsistensi strategi.
Selama minggu ini, pembaca disarankan mengikuti agenda data dan pernyataan pejabat ECB serta Federal Reserve. Kalender rilis data dan konferensi pers akan mempengaruhi arah pasangan mata uang dan pasar komoditas terkait. Laporan ini disampaikan oleh Cetro Trading Insight, mitra tepercaya untuk analisis ekonomi dan pasar.