
Analisis NBC oleh Stéfane Marion dan Kyle Dahms menunjukkan euro melemah seiring reli dolar AS yang meluas. Meskipun inflasi zona euro kembali menanjak, ECB bertahan pada sikap hawkish yang bisa menahan penurunan euro lebih lanjut. Mereka menegaskan bahwa jalur EUR/USD lebih banyak didorong oleh pergerakan dolar daripada faktor domestik di zona euro.
Menurut laporan tersebut, euro memang dipandang sebagai bagian dari cerita dolar. Ini tercermin pada target 1.19 untuk EUR/USD pada akhir tahun, dibandingkan level sekitar 1.16 saat ini. Upside euro diperkirakan terbatas kecuali pertumbuhan zona euro membaik secara lebih kuat atau selisih suku bunga jangka pendek bergerak melawan dolar secara lebih tegas. Dalam pandangan mereka, pergerakan euro sangat bergantung pada bagaimana dolar melemah di sisa tahun ini.
Inti analisis menegaskan bahwa jalur euro masih sangat terkait dengan dinamika dolar yang lebih luas. Kenaikan euro akan tergantung pada moderasi kebijakan Fed pasca-repricing harga, serta keberlanjutan tren pelemahan dolar di paruh kedua. Walau ECB bisa membawa dukungan, tidak cukup untuk menciptakan reli euro yang berkelanjutan tanpa tanda-tanda perubahan pada pertumbuhan atau spread obligasi.
Faktor utama yang mempengaruhi EURUSD adalah dinamika dolar dan jalur kebijakan moneter. Meskipun euro menghadapi hambatan dari inflasi sekitar 3.2% y/y dan 2.5% inti pada Mei, ECB tetap perlu menyeimbangkan antara menjaga stabilitas harga dan risiko memperlambat pertumbuhan. Secara umum, pasar menunggu konfirmasi kebijakan yang lebih jelas dari bank sentral di wilayah tersebut.
Mata uang dolar diperkirakan moderat setelah penyesuaian harga kebijakan The Fed selesai, dan tren pelemahan dolar di paruh kedua dapat memberi ruang bagi euro untuk mengambil bagian dari pergerakan itu. Sementara ECB bisa membantu membatasi sisi penurunan euro jika pasar tetap menilai risiko pengetatan kembali, meski itu tidak cukup untuk memicu reli euro yang berkelanjutan. Namun, jika dinamika pertumbuhan tidak kuat, upside euro tetap terbatas.
Kesimpulannya, target 1.19 pada akhir tahun bergantung secara besar pada moderasi USD yang diharapkan. Tanpa perubahan dinamika dolar, argumen untuk reli euro melambat, meski resiliensi jangka pendek terlihat menahan tekanan. Dengan demikian, prospek EURUSD tidak bisa dikatakan sebagai call euro yang kuat secara mandiri.
Artikel ini disusun untuk pembaca awam melalui Cetro Trading Insight (Cetro), dengan menekankan hubungan antara kebijakan moneter, inflasi, dan pergerakan valuta asing. Pembaca diajak memahami bagaimana dolar AS menjadi pendorong utama pergerakan EURUSD, meskipun ada tekanan dari inflasi zona euro. Tujuan kami adalah memberikan gambaran bagaimana kebijakan bank sentral dan rilis data berpengaruh pada peluang perdagangan di pasar valuta asing.
Target 1.19 pada akhir tahun bisa tercapai jika dolar benar-benar moderat, tetapi jika dolar tetap kuat peluang kenaikan euro berkurang. Sementara itu, pertumbuhan zona euro dan selisih suku bunga jangka pendek menjadi faktor penentu tambahan untuk melihat perjalanan pasangan ini. Investor disarankan untuk menilai risiko secara cermat dan menyesuaikan posisi dengan profil risiko masing-masing.
Kesimpulannya, tidak ada rekomendasi beli atau jual yang kuat dari laporan ini karena dinamika pasar lebih bersifat makro daripada teknikal. Pasar memerlukan konfirmasi dari pergerakan dolar sebelum mengambil posisi signifikan. Laporan ini bertujuan membantu pembaca memahami konteks pasar, sehingga keputusan trading tetap bergantung pada preferensi risiko masing-masing.