Pasar Asia Melaju: Nikkei dan Kospi Capai Rekor, Investor Fokus pada AI dan Kebijakan The Fed

Pasar Asia Melaju: Nikkei dan Kospi Capai Rekor, Investor Fokus pada AI dan Kebijakan The Fed

trading sekarang

Bursa Asia meledak ke belakang pada perdagangan Kamis, 18 Juni 2026, menyusul penutupan Wall Street yang melemah akibat kebijakan The Fed. Investor melihat langkah tersebut sebagai lonceng pendalaman likuiditas dan pemulihan selera risiko global. Di tengah sorotan tersebut, indeks Nikkei 225 Jepang melanjutkan reli dan menembus level tertinggi baru.

Nikkei 225 naik 1,78 persen ke level 71.146,19 pada pukul 09.01 WIB, didorong oleh lonjakan saham sektor teknologi dan keuangan, meskipun sumbu kenaikan lebih terbatas oleh kemerosotan pada saham otomotif. Pergerakan tersebut menegaskan dinamika pasar saham regional yang dipicu optimisme terhadap inovasi dan permintaan global.

Sektor teknologi tetap menjadi motor penggerak utama bagi indeks regional, sehingga tekanan pada sektor otomotif menjadi catatan penting. Kendati demikian, arus dana masih mengalir ke saham-saham berpotensi tinggi yang terkait inovasi dan digitalisasi, menjaga sentimen positif pasar secara luas.

Di Korea Selatan, Kospi menguat 0,45 persen menjadi 8.901,43, memperpanjang tren positif untuk sesi keenam berturut-turut. Optimisme terhadap prospek kecerdasan buatan (AI) mendorong investor membeli saham-saham berpotensi tinggi di sektor semikonduktor. Katalis utama datang dari laporan positif mengenai permintaan chip generasi berikutnya.

Saham SK Hynix melonjak 3,29 persen ke rekor tertinggi setelah perusahaan mengumumkan pengiriman sampel chip high-bandwidth memory (HBM) terbaru kepada beberapa pelanggan utama. Kenaikan tersebut mencerminkan minat investor terhadap teknologi memori tingkat lanjut yang mendukung AI. Sementara itu, Samsung Electronics juga naik 0,87 persen karena sentimen AI memperkuat prospek sektor teknologi.

Optimisme terhadap AI terus menjadi pendorong utama bagi ritel dan institusi yang berinvestasi di saham semikonduktor, meskipun pasar global juga menghadapi tekanan. Pergerakan di Kospi dipandang sebagai indikator kepercayaan terhadap kemampuan industri memori dan prospek inovasi teknologi. Para analis menilai momentum ini bisa berlanjut jika permintaan AI tetap kuat.

Kinerja bursa Asia tetap positif meskipun The Fed memutuskan mempertahankan suku bunga acuan. Keputusan tersebut mengindikasikan kelanjutan pola kebijakan moneter yang berhati-hati dalam menghadapi inflasi yang masih di atas target. Investor menilai bahwa langkah ini memberi ruang bagi perbaikan likuiditas global dan stabilitas pasar keuangan.

Ketua The Fed Kevin Warsh membuka babak baru kebijakan moneter Amerika Serikat, setelah para pejabat sepakat mempertahankan suku bunga di tengah inflasi yang masih berada di atas target. Komentar tersebut mempengaruhi ekspektasi jalur pengetatan atau pelonggaran di masa mendatang. Pasar regional menilai ini sebagai sinyal bahwa volatilitas bisa mereda jika inflasi terkendali.

Di Asia, Hang Seng Hong Kong terkoreksi 1,57 persen dan ASX 200 Australia melemah 0,46 persen, menunjukkan bahwa tidak semua pasar regional mengikuti tren naik. Di Wall Street, volatilitas tetap tinggi dengan Nasdaq, S&P 500, dan Dow Jones berputar menuju arah beragam. Meski demikian, segera kita lihat bagaimana dinamika kebijakan The Fed selanjutnya membentuk arah pasar global.

banner footer