EURUSD Menguat di Tengah Dolar Melemah: Risiko On dan Prospek ECB Mendorong Pasar Forex

EURUSD Menguat di Tengah Dolar Melemah: Risiko On dan Prospek ECB Mendorong Pasar Forex

Signal EUR/USDBUY
Open1.163
TP1.185
SL1.150
trading sekarang

Dolar AS turun setelah indeks DXY turun di bawah angka 100, berakhir sekitar 99.10. Pergerakan ini mencerminkan peningkatan minat terhadap aset berisiko meskipun imbal hasil obligasi dan jejak ekspektasi terhadap Federal Reserve tetap terjaga. Investor menilai bahwa sentimen risiko membaik cukup untuk mengurangi kehati-hatian terhadap arah kebijakan moneter, meski fleksibilitas langkah-langkah pengetatan masih dipertimbangkan.

Pengumuman bahwa Presiden AS Trump menunda serangan terhadap infrastruktur energi Iran memicu respons pasar yang cukup dramatis di sektor energi. Harga minyak mentah WTI turun tajam, dari sekitar 100 dolar per barel ke sekitar 87.70, memberi ruang bagi pedagang untuk mempertimbangkan posisi lain. Meski demikian, pejabat Iran menegaskan belum ada pembicaraan resmi yang berlangsung, sehingga volatilitas di pasar minyak bisa tetap tinggi.

Di antara mata uang utama, EURUSD terdorong mendekati 1.1630 setelah kenaikan lebih dari 0.5% membawa pasangan ini ke level tertinggi dua pekan. GBPUSD juga memanfaatkan pelemahan dolar untuk melambung ke sekitar 1.3479 sebelum sedikit retrace ke 1.3430, dan USDJPY melemah ke sekitar 158.40 sejalan dengan dukungan BoJ untuk kebijakan masa depan. AUDUSD berada dalam kisaran sempit di sekitar 0.7010 setelah menyentuh rendah Asia di 0.6910; pasar menunggu data PMI flash untuk awal sesi Asia sebagai panduan arah berikutnya.

Secara teknikal, EURUSD berpeluang melanjutkan langkah kenaikannya jika 1.1630 bisa ditembus secara konsisten. Faktor fundamental seperti prospek kebijakan ECB dan aliran risiko mendukung gerak ini, tetapi trader disarankan menjaga eksposur dengan stop di sekitar 1.1500. Target keuntungan berada di kisaran 1.1850 jika dinamika pasar tetap bertahan.

GBPUSD tetap mendapat peluang dari pelemahan dolar, meskipun gerakannya lebih cenderung intraday karena volatilitas geopolitik dan data ekonomi. USDJPY memperlihatkan dampak kebijakan diferensial, dengan BoJ menunjukkan kesiapan untuk lanjutkan pengetatan jika inflasi berkembang sesuai proyeksi, sehingga pasangan ini bisa menguji kembali level 158.40. Pasar komoditas juga bereaksi terhadap dinamika politik, sehingga perubahan harga minyak bisa menambah volatilitas bagi pasangan mata uang berisiko.

Rencana data ekonomi utama pekan ini mencakup rilis PMI zona euro, laporan ADP AS, produktivitas nonfarm serta indeks kepercayaan konsumen. Selain itu, risalah pertemuan BoJ dipantau untuk petunjuk arah kebijakan. Investor juga menimbang rilis CPI UK, inflasi zona euro, serta sentimen Michigan AS demi memahami arah aliran investasi. Pergerakan harga akan sangat bergantung pada bagaimana data ini memengaruhi ekspektasi suku bunga global.

broker terbaik indonesia