
Indeks DXY melemah di sekitar 99.10, didorong oleh perbaikan sentimen pasar yang mengurangi daya tarik aset lindung nilai terhadap dolar. Pergerakan ini membuka peluang bagi mata uang utama lain untuk menguat serta meningkatkan likuiditas di pasar valuta asing. Para pelaku pasar kini menilai bahwa risiko global tidak lagi terlalu menekan dolar sebagai penyangga utama.
Minutes FOMC yang dirilis kemarin menunjukkan kekhawatiran berkelanjutan tentang tekanan inflasi. Para pejabat cenderung ingin melihat bukti yang lebih jelas sebelum mempertimbangkan pemangkasan suku bunga, sehingga rencana kebijakan menjadi tertahan untuk saat ini. Akibatnya, imbal hasil obligasi AS terjaga stabil, dan volatilitas di pasar FX relatif menurun. Pelaku pasar juga menilai bahwa langkah Fed bisa menambah ketidakpastian jika sinyal kebijakan tidak jelas.
Optimisme geopolitik meningkat karena kemajuan negosiasi antara AS dan Iran. Trump menyatakan bahwa pembicaraan berada pada tahap final stages, meski kata-kata yang disampaikan bersifat campuran. Pasar menimbang risiko-risiko baru yang bisa muncul jika negosiasi gagal, namun momentum saat ini mendorong sentiment risk-on. Secara keseluruhan, berita-berita ini menciptakan peluang bagi mata uang utama untuk menguat terhadap dolar.
EURUSD rebound menuju sekitar 1.1630, didorong oleh melemahnya dolar dan perbaikan sentimen risiko secara luas. Pergerakan ini menandai minat beli yang meningkat di sekitar level kunci, meskipun terdapat hambatan teknikal di sisi atas. Trader juga menilai bahwa faktor makro seperti komentar kebijakan ECB akan menentukan arah jangka pendek.
Inflasi yang memburuk memperkuat kemungkinan kenaikan suku bunga ECB pada Juni. Pasar memantau sinyal kebijakan dari otoritas moneter mengenai seberapa agresif langkah kebijakan yang akan dilakukan. Pada saat yang sama, penilaian terhadap dinamika kebijakan bank sentral lainnya juga memberikan tekanan pada dolar, sementara euro dapat mendapatkan dorongan jika ECB memberi sinyal lebih tegas.
Konteks risiko global yang lebih luas turut meningkatkan risk-on, memberikan dukungan tambahan bagi EURUSD. Namun, pergerakannya tetap bergantung pada data ekonomi AS serta komentar pejabat bank sentral berikutnya. Secara keseluruhan, momentum teknikal mengindikasikan peluang kenaikan lebih lanjut untuk pasangan ini.
WTI turun sekitar 98.30 dolar per barel karena kekhawatiran terhadap gangguan pasokan di Timur Tengah berkurang seiring kemajuan negosiasi AS-Iran. Pasar energi juga menimbang kondisi permintaan global dan dinamika geopolitik yang terus berubah. Perubahan ekspektasi ini menekan harga minyak, meskipun faktor makro lain masih berimbang.
Emas melesat menuju kisaran 4.550 dolar AS per ons karena permintaan perlindungan meningkat saat dolar melemah. Pasar melihat emas sebagai lindung nilai terhadap volatilitas, sehingga investasi cenderung mengalir ke logam mulia ini. Kenaikan harga emas juga didorong oleh ketidakpastian kebijakan moneter dan risiko geopolitik yang masih berlangsung.
Jadwal data makro penting pekan ini meliputi Australia May Consumer Inflation Expectations serta data pasar tenaga kerja Australia. Di Eropa, Jerman, Swiss, Prancis, dan UK akan merilis indikator PMIs serta indikator harga, sementara AS menampilkan hasil Housing Data dan indikator perdagangan. Data-data ini akan menguji arah sentimen pasar dan potensi perubahan tren di minggu mendatang.