EURUSD rebound dipicu data ritel AS lemah dan dukungan ECB

EURUSD rebound dipicu data ritel AS lemah dan dukungan ECB

Signal EUR/USDBUY
Open1.192
TP1.206
SL1.186
trading sekarang

EURUSD rebound dari titik terendah harian setelah data ritel AS menunjukkan pelemahan, sehingga tekanan pada dolar AS berkurang dan euro mendapat dukungan sementara. Pergerakan ini mencerminkan respons pasar terhadap data yang lebih lemah dari perkiraan, terutama pada komponen penjualan ritel. Para investor menilai bagaimana data tersebut bisa memengaruhi jalannya kebijakan moneter di masa mendatang.

Pada saat penulisan, pasangan diperdagangkan sekitar 1.1922, mendekati level tertinggi lebih dari satu minggu. Pergerakan ini mencerminkan momentum bullish terbatas namun signifikan setelah beberapa hari berada dalam kisaran sempit. Penjagaan risiko tetap diperlukan karena data ekonomi lanjutan dapat mengubah arah pasar secara tajam.

Selain itu, DXY turun mendekati rendah lebih dari satu minggu, memberikan dukungan teknikal tambahan bagi euro. Komentar dari pejabat ECB juga menambah suasana positif bagi euro karena bank sentral menunjukkan sikap menjaga suku bunga tetap akomodatif. Investor juga mencermati arah kebijakan Fed karena pasar masih menilai peluang pelonggaran lebih lanjut di tengah prospek data tenaga kerja dan inflasi.

Data ritel Desember menunjukkan kinerja yang flat di bulannya, tergerus ekspektasi pasar untuk peningkatan 0.4%. Pertumbuhan tahunan mengalami pelambatan menjadi 2.4% dari 3.3% sebelumnya, menandakan momentum konsumsi yang melambat. Yang lebih penting untuk penghitungan GDP, komponen 'control group' ritel turun 0.1% pada Desember, membalikkan kenaikan November.

Sedangkan data penjualan ritel tanpa kendaraan juga lemah, tumbuh 0.0% month-on-month, di bawah proyeksi 0.3%. Ini menambah gambaran bahwa permintaan domestik melambat, dengan implikasi bagi laju pertumbuhan ekonomi. Di sisi tenaga kerja, sinyalnya campuran: ADP Employment Change empat minggu rata-rata menurun menjadi 6.5 ribu, menandakan penurunan traksi dalam penciptaan kerja sektor swasta.

Di sisi lain, Employment Cost Index Q4 naik 0.7%, sedikit di bawah ekspektasi 0.8% dan lambat dibanding kuartal sebelumnya. Komentar ECB tentang kelanjutan kebijakan saat ini dan sikap terbuka terhadap keputusan masa depan menambah dukungan bagi euro. Pasar menantikan data Nonfarm Payrolls dan CPI mendatang sebagai panduan utama bagi harapan pelonggaran kebijakan Fed.

Rilis Nonfarm Payrolls dan CPI menjadi fokus utama investor karena dapat membentuk jalur kebijakan moneter bank sentral AS. Seiring data dihadapkan pada asumsi market tentang pemangkasan suku bunga, volatilitas pada pasangan bisa mengalami penyesuaian yang signifikan. Meskipun pergerakan pasar berada dalam kisaran, dinamika data baru bisa memicu kejutan arah.

Secara teknikal, harga telah berada dalam kisaran terbatas sekitar 1.19, dengan dukungan dari lemahnya dolar AS dan dukungan euro yang moderat. Jika data NFP yang lebih lemah muncul, ada potensi pergerakan lebih lanjut ke atas untuk EURUSD. Namun, waspadai perubahan sentimen jika CPI menunjukkan tekanan inflasi yang kuat.

Strategi trading yang konsisten menekankan risiko yang seimbang dengan potensi imbal hasil yang layak. Rencana perdagangan yang direkomendasikan mencakup entry di sekitar 1.1922 dengan target profit sekitar 1.2060 dan stop loss di 1.1860. Strategi ini menghasilkan rasio risiko-imbalan lebih dari 1:2 secara hipotetis, asalkan eksekusi pasar berjalan sesuai rencana.

broker terbaik indonesia