Cetro Trading Insight melaporkan pergerakan EUR/USD di sesi Asia awal, di mana dolar AS menguat terhadap euro seiring meningkatnya kekhawatiran geopolitik di Timur Tengah. Pasar menilai potensi kebijakan ECB di tengah lonjakan harga minyak akibat aksi militer. Ini mencerminkan dinamika risiko, aliran safe-haven, dan ekspektasi kebijakan yang bisa mempengaruhi arah pasangan EURUSD.
Pergerakan EUR/USD menunjukkan pelemahan di sekitar 1.1685 pada sesi Asia awal, didorong oleh penguatan dolar AS. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah meningkatkan permintaan terhadap aset safe-haven, sehingga tekanan terhadap euro meningkat. Pasar menilai risiko lebih tinggi karena ketidakpastian militer dan respon kebijakan yang mungkin diambil oleh para pemangku kebijakan.
Berita bahwa AS dan sekutu meningkatkan tindakan terhadap Iran menambah ketidakpastian regional. Lonjakan retorika militer dan ancaman serangan lanjutan menambah volatilitas jangka pendek. Dalam konteks ini, fokus pasar juga beralih ke bagaimana ECB merespons perubahan biaya energi jika volatilitas meningkat.
Secara teknikal, EURUSD berfluktuasi di sekitar 1.1685, memerlihatkan adanya tekanan jual. Sinyal fundamental mendominasi pergerakan jangka pendek, meski beberapa analis menilai pola grafik sederhana mendemonstrasikan ruang untuk rebound jika gejolak mereda. Namun, volatilitas tetap tinggi, sehingga pedagang disarankan mengikuti pembaruan berita secara dekat.
Analisis pasar menunjukkan sebagian besar ekonom memperkirakan ECB akan menahan kenaikan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan, meski tekanan eksternal menantang. Lonjakan harga minyak akibat tindakan militer di Timur Tengah juga menjadi faktor yang bisa mengubah garis kebijakan jika volatilitas meningkat. Pasar menilai dinamika risiko global akan menentukan arah kebijakan moneter Eropa.
Rilis data inflasi HICP Zona Euro yang akan datang juga dipantau sebagai petunjuk utama arah kebijakan. Data inflasi yang lebih tinggi bisa memberi peluang bagi ECB untuk mengevaluasi langkah kebijakan jangka pendek, meski konsensus saat ini menekankan stabilitas harga. Investor menimbang bagaimana perubahan biaya energi mempengaruhi prospek pertumbuhan dan inflasi di Eropa.
Skenario utama menempatkan EUR relatif lemah terhadap USD jika ECB menahan kebijakan sambil volatilitas geopolitik tetap tinggi. Namun jika dinamika minyak dan risiko bias turun, EUR bisa bertahan atau bahkan menguat terhadap USD secara bertahap. Secara keseluruhan, pasar tetap rentan terhadap berita regional dan komentar pejabat bank sentral.
| Instrumen | Pair | Open | Take Profit | Stop Loss |
|---|---|---|---|---|
| EURUSD | EURUSD | 1.1685 | 1.1640 | 1.1715 |