
Rapat bank sentral menjadi fokus utama pasar minggu ini, dengan Fed, BoE, dan BoJ dijadwalkan mengeluarkan keputusan. Dolar AS (DXY) diperdagangkan sekitar 101.50, menegaskan posisi defensif di banyak pasangan mata uang utama. Para pelaku pasar menimbang arah kebijakan terhadap arus aset risiko serta imbal hasil obligasi global.
Rapat Fed diperkirakan tidak mengubah kisaran target bunga 3.50%-3.75%, sehingga fokus bergeser pada pernyataan kebijakan dan konferensi pers ketua. Keputusan tersebut menandai fase di mana petunjuk kebijakan menjadi lebih penting daripada pembaruan proyeksi ekonomi. Kalender resmi menunjukkan bahwa pertemuan Juli tidak terkait dengan pembaruan dot plot.
EURUSD berpotensi tertekan jika sinyal kebijakan AS tetap hawkish, dan pasar menimbang dampak kebijakan terhadap arus modal global. Pasar juga mencerna dinamika imbal hasil dan perilaku investor di berbagai aset risiko. Liputan pasar oleh Cetro Trading Insight menekankan pentingnya konteks kebijakan untuk menilai peluang perdagangan.
Durable Goods Orders untuk Juni diperkirakan rebound 1.6% setelah penurunan 4.5% sebelumnya, dengan sektor non-transpor naik sekitar 0.9%. Data ini akan membentuk gambaran momentum manufaktur dan kapasitas produksi. Kombinasi data ini penting untuk menilai arah kebijakan moneter selanjutnya.
Pertumbuhan PDB kuartal kedua diperkirakan 2.3% secara tahunan, naik dari 2.1%, sementara Core PCE diperkirakan melambat menjadi 0.1% secara bulanan. Initial Jobless Claims juga diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 206 ribu. Data ini memperkaya perspektif terhadap dinamika inflasi dan tenaga kerja.
Secara keseluruhan, jika data menunjukkan pertumbuhan lebih kuat atau inflasi tetap tinggi, pasar menduga Fed akan mempertahankan sikap restriktif. Sebaliknya, tekanan harga yang melunak bisa menambah volatilitas. Dalam konteks ini, pembaca Cetro Trading Insight didorong untuk memperhatikan sinyal kebijakan di balik angka-angka rilis.
EURUSD berada di sekitar 1.1370 dan menimbang arah kebijakan bank sentral serta data AS yang akan datang. Grafik dan laporan Eropa menunjukkan IFO Jerman membaik meski fokus pasar tetap pada keputusan AS dan respons terhadap dolar. Volatilitas tambahan muncul karena perubahan harga minyak WTI di sekitar 89.20 dolar serta logam emas yang melambung mendekati level 4.065 dolar per ons.
Inflasi zona euro diperkirakan naik menjadi sekitar 2.9% YoY dengan inti di sekitar 2.4%, mengurangi tekanan bagi ECB untuk memperlonggar kebijakan. Pasar juga menilai risiko geopolitik dan dinamika imbal hasil yang berperan pada pergerakan EURUSD. Perhatian utama tetap pada bagaimana Fed dan dolar akan membentuk arah pasangan ini.
Dalam fokus analisis kami, pergerakan harga tetap sensitif terhadap pernyataan bank sentral dan rilis data makro. Harga minyak dan emas memberikan sinyal tambahan mengenai risiko dan peluang di pasar komoditas. Riset ini disampaikan oleh Cetro Trading Insight untuk membantu pembaca memahami peluang perdagangan secara menyeluruh.
Artikel ini disusun oleh Cetro Trading Insight.