Perdagangan Rabu, 18 Maret 2026, menyajikan kejutan di pasar minyak nabati: harga minyak sawit mentah (CPO) kembali tertekan untuk hari kedua beruntun. FCPO untuk pengiriman Juni melorot 71 ringgit Malaysia per ton, setara 1,55%, menjadi 4.510 RM/ton pada pukul 14.52 WIB. Lonjakan tekanan datang dari persaingan minyak nabati global dan kekhawatiran mengenai permintaan ekspor bulan April. Data harga menunjukkan sentimen risk-off pada komoditas penting ini bagi industri biofuel.
Pengamatan dari Cetro Trading Insight menyoroti dorongan jual yang berasal dari pasar minyak mentah, minyak kedelai Chicago, dan pembalikan sentimen di pasar Dalian. Kondisi ini diperkuat oleh lonjakan biaya pengiriman yang membuat produsen menimbang kembali porfolio ekspor. Tekanan biaya logistik menambah fragilitas arus perdagangan minyak nabati di tingkat global.
Alasan tambahan terkait permintaan April yang dianggap melemah. Dalam konteks global, penurunan harga minyak mentah juga mengurangi daya tarik CPO sebagai bahan baku biodiesel. Ringgit menunjukkan penguatan tipis terhadap dolar AS, membuat pembelian berdenominasi mata uang asing menjadi lebih mahal bagi importir. Analisis ini disampaikan oleh pakar pasar yang dikutip oleh Reuters dan didukung oleh pengamatan kami di Cetro Trading Insight.
Minyak nabati pesaing terus menekan sendi-sendi harga FCPO. Minyak kedelai di Chicago Board of Trade melemah sekitar 1,59 persen, sedangkan kontrak minyak kedelai di Dalian turun 0,88 persen. Hal ini memperlihatkan bagaimana dinamika harga minyak nabati global saling mempengaruhi satu sama lain.
Pergeseran harga minyak nabati juga dipengaruhi oleh dinamika ekspor minyak sawit global. Permintaan dari importir utama yang melambat turut mendorong produsen untuk menimbang pengurangan volume ekspor, sehingga harga CPO cenderung lemah hari ini. Ketidakpastian permintaan di pasar utama menjadi pendorong utama pergerakan harga.
Di sisi lain, pertemuan antara pemerintah Irak dan otoritas Kurdi mengenai kelanjutan ekspor lewat pelabuhan Ceyhan di Turki memberi sedikit kelegaan terhadap suplai minyak dunia, meskipun dampaknya pada pasar minyak nabati relatif terbatas. Ketidakpastian ini menjaga volatilitas harga minyak mentah, yang pada gilirannya membayang-bayangi minat pembeli terhadap minyak sawit.
Analisis teknikal dan fundamental menunjukkan adanya bias turun bagi FCPO dalam jangka pendek. Tekanan dari faktor logistik, biaya pengiriman, dan dinamika permintaan ekspor menambah dampak jual yang terlihat pada pergerakan harian. Para trader perlu menyaring faktor fundamenta untuk menentukan arah jangka pendek.
Para pelaku pasar disarankan menoleh pada data ekspor bulan April dan biaya logistik sebagai penentu arah, dengan fokus pada manajemen risiko yang ketat. Lini support teknikal juga perlu dipertimbangkan untuk menghindari volatilitas yang tajam. Memahami sinyal pasar global terkait minyak nabati akan memperkuat keputusan trading.
Rencana perdagangan oleh Cetro Trading Insight menilai sinyal jual untuk FCPO dengan open 4510 RM/ton, tp 4300 RM/ton, dan sl 4650 RM/ton. Sinyal ini memenuhi rasio risiko-hadiah minimal 1:1,5, dengan asumsi pergerakan harga mengikuti arah yang diimbangi sentimen pasar. Investor disarankan menjaga eksposur dan memantau perkembangan di pasar minyak nabati global.