Fed Pertahankan Suku Bunga 3.50-3.75% dan Sikap Wait-and-See untuk Pasar Global

trading sekarang

Menurut analisis HSBC yang dirilis melalui kutipan wawancara dengan Jose Rasco dan Michael Zervos, Federal Reserve mempertahankan kisaran suku bunga pada 3.50%–3.75% dan menunjukkan sikap wait-and-see. Para analis menilai tidak ada perubahan kebijakan hingga 2026–2027 karena risiko inflasi meningkat seiring kenaikan harga energi, meskipun risiko di pasar tenaga kerja telah bergeser ke arah penurunan moderat. Ketegangan geopolitik juga membayangi prospek kebijakan, menambah ketidakpastian bagi pelaku pasar. Kebijakan hold ini mencerminkan sikap dua sisi terhadap risiko yang ada.

Berbagai faktor tersebut menegaskan bahwa inflasi tetap menjadi fokus utama, terutama terkait lonjakan harga energi. Lonjakan tersebut memperberat tekanan inflasi, sementara keseimbangan di pasar tenaga kerja mengalami perbaikan yang relatif moderat. Ketidakpastian juga diperkuat oleh meningkatnya risiko geopolitik, membuat pasar menimbang langkah kebijakan besar dengan hati-hati. Dolar AS diperkirakan tetap menguat sebagai pelindung nilai jika turbulensi berlanjut.

Mereka tetap pada pandangan bahwa kebijakan suku bunga tidak akan berubah melalui 2026–2027, mengingat inflasi yang lebih tinggi terkait energi dan perbaikan pasar tenaga kerja yang tidak terlalu kuat. Risiko eksternal dan volatilitas harga energi menambah ketidakpastian bagi pembuat kebijakan. Dalam konteks ini, permintaan terhadap aset aman dan pergerakan dolar cenderung tetap relevan di jangka menengah.

Di sisi ekuitas, HSBC menegaskan overweight pada saham AS dan ekuitas global, didorong oleh laporan laba perusahaan yang kuat dan potensi pertumbuhan berkelanjutan. Faktor-faktor seperti dorongan pendapatan dan inovasi teknologi dipandang memberikan dukungan bagi prospek laba. Meskipun demikian, risiko stagflasi dan gejolak geopolitik menjaga volatilitas pasar tetap tinggi dan memerlukan manajemen risiko yang cermat.

Di pasar pendapatan tetap, rekomendasi mengambil posisi netral pada Treasuries karena imbal hasil bergerak dalam kisaran. Mereka lebih memilih obligasi korporasi investment-grade karena imbal hasil relatif menarik dan profil risiko stabil. Diversifikasi juga direkomendasikan melalui utang mata uang lokal negara berkembang untuk memperkaya sumber risiko dan peluang return.

Selain itu, alokasi ke logam mulia dan aset alternatif dianggap penting untuk menjaga volatilitas portofolio dan meningkatkan diversifikasi. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk membantu pembaca memahami dinamika kebijakan moneter serta dampaknya terhadap portofolio secara praktis. Dalam penyusunan ini, alat bantu AI telah digunakan dan direview oleh editor untuk menjaga akurasi.

broker terbaik indonesia