Federal Reserve diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,5%–3,75% pada pertemuan kedua berturut-turut. Keputusan tersebut muncul meskipun tekanan harga energi melonjak belakangan dan ekspektasi terhadap Summary of Economic Projections (SEP) yang dapat offering pandangan baru mengenai jalur kebijakan. Para pelaku pasar menimbang bagaimana dinamika energi bisa memicu tantangan terhadap mandato ganda Fed antara menjaga inflasi tetap terkendali dan mendukung pertumbuhan.
Hasil perdagangan menunjukkan pasar telah memperkirakan penahan kebijakan, namun SEP dan komentar Chairman Powell setelah pertemuan bisa memicu volatilitas pada dolar AS. Analisis pasar juga menilai probabilitas perubahan kecil terhadap potongan suku bunga pada Maret atau April, dengan peluang penahanan lagi di Juni yang masih cukup tinggi. Kejutan dari SEP bisa mengubah probabilitas tersebut secara signifikan.
Analis DBS Philip Wee menilai Fed berada di persimpangan antara risiko inflasi yang dipicu oleh harga energi dan perlambatan pertumbuhan AS. Ia menyoroti kekhawatiran bahwa inflasi berpotensi tetap tinggi jika pasokan energi tetap tidak stabil. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk memberikan konteks pasar yang lebih luas.
Pertemuan FOMC dan rilis SEP dijadwalkan pada pukul 18:00 GMT, diikuti konferensi pers Powell. Pasar telah menganggap keputusan tingkat bunga sebagai langkah yang telah terlampaui oleh ekspektasi, namun perubahan keterangan SEP dan nada Powell bisa mengubah dinamika dolar AS. Proyeksi SEP terbaru menunjukkan kemungkinan pemotongan 25 basis poin pada 2026 dan 2027, meskipun pasar saat ini masih memperkirakan satu pemotongan pada tahun 2026. Sementara itu, gambaran jalur kebijakan inflasi tetap menjadi faktor penentu bagi pergerakan pasangan mata uang utama.
Imbas pada EURUSD sangat bergantung pada pembacaan SEP. Jika dot plot menunjukkan bahwa sebagian besar pembuat kebijakan menginginkan penahanan kebijakan sepanjang sisa tahun, maka dolar bisa menguat dan pasangan ini berpotensi turun. Sebaliknya, jika SEP menunjukkan adanya pelonggaran bertahap, USD bisa melemah dan EURUSD berpeluang menguat mengikuti arah sentimen pasar energi dan ekspektasi inflasi.
Powell kemungkinan akan menekankan risiko berimbang akibat gangguan pasokan energi. Analis FXStreet menilai gambaran teknikal EURUSD menunjukkan tekanan bearish jangka pendek karena persilangan SMA 20-hari dengan SMA 50-hari dan RSI berada di bawah 40. Jika pasar menyikapi hawkish Powell, USD cenderung menguat dan EURUSD bisa melemah menuju level 1,1380 atau lebih rendah.
Dari sisi teknis EURUSD, pandangan jangka pendek masih menunjukkan akumulasi tekanan bearish dengan indikator SMA yang menunjukkan momentum turun. RSI berada di bawah 40 mengindikasikan adanya tekanan jual di jangka pendek. Level support kunci berada di sekitar 1,1380 dan 1,1170 jika harga melanjutkan retracement.
Dalam skenario SEP yang menandakan pemotongan 25 basis poin, kisaran 1,1660–1,1700 bisa menjadi pintu bagi pembeli untuk mencoba menembus resistance tersebut. Jika momentum positif bertahan, level 1,1900 menjadi target teknikal berikutnya. Pergerakan ini akan sangat dipengaruhi interpretasi SEP dan respons pasar terhadap komentar Powell.
Sebaliknya, jika Powell menegaskan perlunya menjaga inflasi dan menahan laju kebijakan, USD bisa menguat dan EURUSD turun menuju wilayah 1,13 atau lebih rendah. Support 1,1380 bisa bertahan sebagai zona utama, dengan 1,1170 sebagai batas bawah jika tekanan berlanjut. Investor perlu menimbang risiko-imbangan risk-reward karena peluang keuntungan perlu melampaui risiko kerugian minimal 1:1,5.