Fed Tahan Suku Bunga, Dampak pada EURUSD dan Prospek Pasar Makro

Fed Tahan Suku Bunga, Dampak pada EURUSD dan Prospek Pasar Makro

trading sekarang

Bank sentral AS diperkirakan mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,5%–3,75% untuk pertemuan ketiga berturut-turut di bulan April. Ketidakpastian ekonomi akibat krisis di Timur Tengah menambah beban pada pandangan kebijakan. Pasar menimbang peluang bahwa kebijakan tersebut bisa tetap di jalan yang sama hingga akhir 2026.

Powell dan pernyataannya setelah rapat akan menjadi fokus utama di pasar valuta asing, mengingat masa jabatan Ketua Fed mendekati akhir. Banyak analis menilai bahwa komentar beliau bisa memicu volatilitas lebih besar pada indeks dolar jika ada petunjuk tentang arah kebijakan di masa depan. Data pasar menunjukkan harga sedang menjaga ekspektasi bahwa suku bunga tidak akan dipotong hingga setidaknya September.

Secara umum, proyeksi ekonomi makro yang direvisi memang menunjukkan kemungkinan penurunan suku bunga sebanyak 25 bps di tahun ini, namun beberapa anggota komite menekankan risiko inflasi tetap tinggi. Kendati kebijakan saat ini tampak patuh, gejolak harga minyak menjadi faktor kunci yang bisa mengubah jalannya diskusi kebijakan. Analis TD Securities menekankan bahwa pasar tetap mengutamakan kepastian dan kehati-hatian dalam menafsirkan sinyal dari FOMC. Artikel ini disusun oleh Cetro Trading Insight.

Dari sisi teknis EUR/USD menunjukkan momentum bullish yang lemah dalam jangka pendek. Pasangan ini diperdagangkan sedikit di atas garis tengah Bollinger Bands dan berada di atas rata-rata pergerakan 100 hari serta 200 hari, menunjukkan beberapa dukungan jangka panjang. Indikator RSI pada grafik harian bergerak mendatar di sekitar level 50, menandakan belum ada arus kuat pembeli maupun penjual.

Level resistance utama berada di sekitar 1,1800, yang merupakan retracement 61,8% dari tren turun Februari–April. Lalu ada resistance di 1,1870 dan di sekitar 1,1900–1,1910 sebagai level bulat. Sementara itu, support penting terlihat di kisaran 1,1700–1,1680, 1,1560, dan 1,1500 sebagai level-statistik.

Beberapa analis menyoroti bahwa jawaban Powell dapat mengubah arah pasangan. Jika beliau menilai opsi kenaikan suku bunga di masa depan sebagai perlu dipertimbangkan, dolar bisa menguat dan EUR/USD mengalami tekanan rendah. Sebaliknya, narasi yang lebih dovish berpotensi mendorong EURUSD lebih tinggi dalam jangka pendek jika inflasi menunjukkan tanda penurunan yang lebih cepat daripada ekspektasi.

Harga minyak dunia tetap tinggi seiring dengan ketidakpastian geopolitik, dengan WTI diperdagangkan di sekitar kisaran 90 dolar per barel. Lonjakan harga energi menambah tekanan pada inflasi, sehingga kebijakan moneter AS menjadi semakin sensitif terhadap data biaya energi. Perubahan harga minyak juga memicu pergeseran dalam ekspektasi pasar terhadap langkah kebijakan ke depan.

Para analis menilai bahwa ketergantungan pasar pada sinyal energi membuat risiko kebijakan lebih sulit diprediksi. Prospek menjaga stabilitas harga menjadi fokus utama, karena potensi peningkatan inflasi dapat memicu penyesuaian kebijakan yang lebih agresif. Investor juga memperhatikan dinamika geopolitik untuk menilai kemungkinan pergeseran volatilitas mata uang utama, termasuk EURUSD.

Dalam beberapa skenario, jika pasar melihat penurunan tekanan minyak dan prospek kerja terus membaik, USD bisa melemah sementara EURUSD menguat. Namun jika ketegangan Timur Tengah berlanjut dan harga minyak tetap tinggi, USD bisa mendapatkan dukungan lebih lanjut, terutama terhadap mata uang utama.

banner footer