Menurut DBS Group Research, Susan Collins, Presiden Federal Reserve Bank of Boston, menyampaikan bahwa suku bunga kemungkinan besar akan tetap ditahan untuk jangka waktu tertentu. Narasi kebijakan saat ini dianggap mildly restrictive, dengan inflasi yang masih berada di atas target 2 persen.
Poin ini membantu menjelaskan mengapa pasar berangsur mengalihkan fokusnya ke proyeksi kebijakan jangka menengah. Pasar berjangka memperlihatkan pergeseran ekspektasi pemotongan pertama dari Juni menjadi September.
Di sisi lain, kepercayaan konsumen AS untuk Februari naik, meskipun indikatornya masih belum menandai risiko resesi secara jelas. Indeks kepercayaan Konsumen Conference Board naik menjadi 91,2 dari 89,0 pada Januari. Sementara itu, indeks ekspektasi masih berada di bawah ambang batas 80 yang secara historis terkait dengan risiko resesi.
Fokus kebijakan yang menahan suku bunga juga mempengaruhi pasar berjangka. Kontrak berjangka sekarang mencerminkan pemotongan pertama tidak lagi di bulan Juni, melainkan di September.
Meskipun ada tanda-tanda perbaikan pada kepercayaan konsumen dan dinamika ekonomi, pelaku pasar tetap berhati-hati. Mereka menimbang data inflasi dan tenaga kerja yang akan datang untuk memahami arah kebijakan.
Para analis menekankan bahwa meskipun kepercayaan meningkat, komponen data yang berbeda antara kondisi sekarang dan ekspektasi masa depan membuat jalur kebijakan tidak pasti. Investor menunggu konfirmasi lebih lanjut dari laporan ekonomi berikutnya.
Kebijakan Fed yang menahan suku bunga cenderung menjaga stabilitas pasar dan mempengaruhi pergerakan imbal hasil obligasi jangka pendek. Pasar juga memantau bagaimana dolar AS merespons jika ekspektasi pemotongan September meningkat.
Jika pemangkasan mendekat, pandangan terhadap dolar bisa berubah dan memberi ruang bagi aset berisiko seperti saham.
Dalam jangka menengah hingga panjang, investor perlu menimbang dinamika inflasi, tenaga kerja, dan arah kebijakan fiskal untuk menilai risiko dan peluang. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight, untuk pembaca awam yang ingin memahami arah kebijakan dan dampak pasar.