
Di tengah gejolak pasar global dan perubahan preferensi konsumen yang semakin menuntut keberlanjutan, FORE tampil sebagai pelopor yang tidak lagi sekadar mengikuti tren. ESG bukan sekadar program pendukung bagi FORE, melainkan nyawa operasional yang membentuk setiap keputusan strategis. Dalam iklim persaingan industri F&B yang keras, strategi ini dirancang untuk menakar risiko, meningkatkan daya tahan, dan menguatkan kepercayaan investor terhadap masa depan perusahaan.
Secara lingkungan, FORE mengimplementasikan inisiatif nyata untuk mengurangi dampak operasional. Penggunaan gelas plastik yang dapat dipakai kembali sejak lama menunjukkan komitmen jangka panjang terhadap pengurangan limbah. Lini FORE Donut pun memanfaatkan gelas berbahan recycled PET (rPET) untuk mendukung ekonomi sirkular dan mengurangi jejak plastik.
Dari sisi tata kelola, FORE menekankan transparansi dan kepercayaan konsumen sebagai pilar utama. Kepemilikan Sertifikasi Halal sejak 2023 mencakup keamanan produk, pengawasan rantai pasok, dan perluasan akses pasar yang inklusif. Pendekatan ini, menurut manajemen, membentuk fondasi nilai jangka panjang bagi pemegang saham, karyawan, pelanggan, dan lingkungan.
Di ranah sosial, FORE aktif menjalankan ForeCare: Nutrisi untuk Negeri yang menjangkau Ramadan 2026. Program tersebut bekerja sama dengan puskesmas setempat di Kecamatan Teluknaga, Tangerang, untuk menyalurkan PMT kepada 300 balita dengan gizi kurang serta lebih dari 60 ibu hamil dengan KEK dan anemia. Upaya ini tidak hanya membantu kebutuhan gizi, tetapi juga memperluas dampak sosial perusahaan di komunitas sekitar fasilitas produksi dan gerai FORE.
FORE juga mencatat kontribusi signifikan terhadap lapangan kerja dengan jumlah karyawan melewati 5.000 orang per Mei 2026, meningkat dari 4.300 pada 2025. Mayoritas karyawan berusia di bawah 30 tahun, dengan 97 persen generasi muda, dan 84 persen lulusan SMA/SMK. Perempuan mengambil porsi 45 persen dari total tenaga kerja, mencerminkan inisiatif inklusif dalam kebijakan sumber daya manusia.
Dalam rangka pengembangan SDM, FORE rutin menyelenggarakan program Fore Grind Master, kompetisi internal bagi para barista. Pada musim ketiga di akhir 2025, kompetisi tersebut menghasilkan 10 finalis dari lebih dari 3.000 peserta di berbagai wilayah Indonesia. Program ini menguatkan talent pool perusahaan sekaligus meningkatkan reputasi merek di segmen F&B.
Para eksekutif meyakini bahwa integrasi prinsip ESG ke dalam operasional harian bukan sekadar inisiatif sosial, melainkan penggerak pertumbuhan berkelanjutan. Dengan tata kelola yang lebih jelas dan transparansi rantai pasok, FORE berupaya menjaga stabilitas operasional meski di tengah dinamika industri F&B. Nilai jangka panjang bagi pemegang saham, karyawan, dan pelanggan menjadi prioritas utama perusahaan.
Dari sisi bisnis, fokus ESG diposisikan sebagai pembeda kompetitif di pasar yang semakin sensitif terhadap dampak lingkungan. Perusahaan berupaya menjaga pertumbuhan yang konsisten sambil meningkatkan reputasi merek melalui produk ramah lingkungan dan praktik kerja yang adil. Dengan budaya perusahaan yang kuat, FORE berpotensi menarik investasi jangka panjang dan memberikan landasan untuk pertumbuhan pendapatan berkelanjutan.
Artikel ini disusun oleh Cetro Trading Insight, bagian dari Cetro (Cetro Trading Insight), dalam rangka memberikan analisis pasar yang jelas dan berimbang untuk pembaca awam maupun profesional. Hakikat ESG FORE menjadi contoh bagaimana kesadaran berkelanjutan dapat menjadi kekuatan penggerak nilai investasi di masa depan.