
Menurut Cetro Trading Insight, MUFG mencatat bahwa gangguan di Selat Hormuz telah mengubah arah aliran minyak regional. Lebih banyak pasokan minyak dari wilayah Timur Tengah kini mengalir melalui Laut Merah dan Bab el-Mandeb, meningkatkan kerentanan terhadap konflik regional. Perubahan rute ini berpotensi meningkatkan biaya transport jika terjadi gangguan lanjutan.
Para analis menekankan bahwa meskipun ada ancaman maritim, dukungan logistik dan kapasitas militer menunjukkan kemampuan negara untuk menjaga jalur pasokan tetap terbuka. Hal tersebut bisa mencegah gangguan yang berkepanjangan dan menjaga harga minyak dari lonjakan tajam yang terlihat pada masa konflik sebelumnya.
Secara konteks, aliran minyak melalui jalur Red Sea saat ini berkontribusi sekitar beberapa juta barel per hari, membuat harga sangat sensitif pada setiap gangguan. Analisis MUFG menekankan bahwa skenario terburuk tetap mungkin, tetapi probabilitasnya menurun jika ada penyelesaian diplomatik.
Houthis mengisyaratkan blokade maritim terhadap Saudi Arabia sebagai respons terhadap apa yang mereka anggap pengepungan ibu kota Yaman. Tindakan tersebut mendorong koalisi militer yang dipimpin Saudi untuk melindungi kapal di Selat Bab el-Mandeb di ujung selatan Laut Merah.
Jika terjadi gangguan total, beberapa kapal tanker dan kargo bisa memilih rute lebih panjang melalui Terusan Suez dan Cape of Good Hope, sehingga meningkatkan biaya kontainer dan biaya transport. Hal tersebut bisa berlangsung seiring kemampuan pelayaran menyesuaikan rute sambil menahan biaya logistik.
Namun MUFG menyatakan kemungkinan gangguan berkepanjangan tetap rendah mengingat keterbatasan kemampuan Houthi dan adanya upaya deeskalasi melalui mediasi internasional. Perkembangan ini menambah dinamika risiko harga tanpa perubahan fundamental yang mendasari permintaan minyak global.
Analisis MUFG menyoroti bahwa pasar minyak cenderung tidak kembali ke puncak konflik sebelumnya jika ada penyelesaian, meski ketegangan di wilayah tersebut tetap ada. Prediksi harga di kisaran saat ini masih rentan terhadap dinamika geopolitik yang berubah-ubah.
Dalam konteks jangka menengah, jalur alternatif seperti Suez dan Cape of Good Hope bisa meningkatkan biaya transport jika terjadi gangguan, tetapi dampaknya bersifat sementara. Pasokan minyak Asia yang sangat bergantung pada pasokan dari Timur Tengah menambah tekanan harga jika gangguan bertahan lebih lama.
Untuk investor, MUFG menekankan bahwa peluang harga turun atau naik sangat bergantung pada resolusi politik dan langkah keamanan. Karena faktor-faktor ini bersifat variabel, rekomendasi trading konkret tetap bergantung pada perkembangan geopolitik dan pernyataan kebijakan negara terkait.