
Menurut Cetro Trading Insight, GBP/JPY menarik minat beli pada saat terjadi penurunan, sehingga tekanan pullback mingguan berakhir relatif tertahan. Hal ini memberi sinyal bahwa pembeli tetap menjaga peluang rebound dalam rentang dekat. Pound Inggris juga mendapat dorongan dari dinamika dolar AS yang cenderung melemah secara bersamaan dengan kelemahan relatif yen Jepang.
Ketegangan di Timur Tengah menambah risiko bagi yen, karena gangguan pasokan energi melalui Selat Hormuz menekan mata uang Jepang secara umum. Iran sempat mengumumkan penutupan jalur pelayaran strategis setelah serangan AS, sebuah faktor yang menjelaskan bagaimana JPY kurang kuat dibanding pasangan mata uang dua arah ini.
Namun, spekulasi bahwa otoritas Jepang mungkin kembali campur tangan untuk menopang yen membatasi aksi agresif para pelaku pasar. Perbedaan ekspektasi kebijakan BoJ dan BoE turut menjaga GBP/JPY tetap berada di bawah level 215.00 serta di dekat tertinggi mingguan. Investor juga menilai BoJ bisa menaikkan suku bunga pada pertemuan mendatang, sedangkan pelaku pasar menahan diri terhadap kenaikan BoE yang lebih agresif lantaran data inflasi UK yang melambat dan naiknya tingkat pengangguran.
Perbandingan kebijakan BoJ dan BoE menjadi pendorong utama arah GBP/JPY. Pasar menilai BoJ berpotensi menaikkan suku bunga pada pertemuan 15–16 Juni, sementara BoE menunjukkan sikap lebih berhati-hati karena data inflasi UK yang melunak dan dinamika pasar tenaga kerja.
Selain itu, ketidakpastian politik Inggris—termasuk tantangan terhadap kepemimpinan PM Keir Starmer—berdampak menjadi hambatan bagi penguatan pound. Tekanan politik tersebut berpotensi membatasi pergerakan GBP terhadap yen dan memberi kendala pada penembusan area teknis yang relevan.
Dalam konteks ini, harga GBP/JPY tampak bertahan di bawah level 215.00 meski beberapa sinyal teknikal menunjukan momentum. Analisa menunjukkan BoJ lebih agresif daripada BoE dalam siklus kenaikan suku bunga, meskipun faktor geopolitik bisa mengubah arah secara dinamis.
Secara teknikal, GBP/JPY telah berbalik positif untuk hari keempat berturut-turut setelah menyentuh wilayah 214.35–214.30 pada sesi intra-hari terakhir. Penutupan di sekitar wilayah tersebut menunjukan minat beli yang relatif kuat, meskipun hambatan psikologis di 215.00 tetap relevan. Dukungan jangka pendek berada di sekitar 214.30–214.35.
Kontest antara tekanan atas JPY dan dorongan dari pound menambah potensi fluktuasi, sehingga trader perlu memperhatikan berita geopolitik serta dinamika energi global. Level resistansi terdekat berada di sekitar 215.00 dan 215.50, yang bisa menjadi batas bagi pergerakan menuju area 216.00 jika sentimen mendukung.
Kesimpulan bagi pembaca: meskipun dinamika teknikal menunjukkan bias positif, sinyal perdagangan tidak terdefinisi secara jelas dari informasi saat ini. Karena risiko/imbalan diperkirakan minimal 1:1.5, disarankan trader menunggu konfirmasi lebih lanjut sebelum mengambil posisi besar. Sinyal trading untuk pasangan GBPJPY dengan basis informasi ini adalah no.