GBP/JPY berusaha menguat setelah data ekonomi Inggris menunjukkan momentum yang mendukung GBP. Penjualan ritel Januari naik 1.8% MoM, jauh melampaui ekspektasi 0.2% dan menggandakan laju kenaikan dari Desember. Di sisi lain, survei PMI gabungan juga menunjukkan ekspansi, menambah keyakinan bahwa pemulihan ekonomi Inggris bisa berlanjut.
Data ritel ex-fuel naik 2.0% MoM dan 5.5% YoY memberi gambaran permintaan domestik yang kuat, yang pada gilirannya bisa mengubah irama kebijakan BoE jika pertumbuhan tetap kuat. PMI komposit mencapai 53.9, tertinggi dalam 22 bulan, sementara PMI manufaktur 52.0 juga berada di wilayah ekspansi tertinggi dalam 18 bulan. Keseimbangan aktivitas yang positif ini menjadi pendorong utama bagi pergerakan GBP/JPY dalam kisaran saat ini.
Meskipun data ini memberi dukungan pada Pound, jalur kebijakan BoE tetap tidak pasti karena adanya tekanan inflasi dan dinamika pasar tenaga kerja. Pasar memperkirakan pelonggaran suku bunga mulai Maret, namun harga di pasar masih mencerminkan ketidakpastian terhadap jadwal inovasi suku bunga. Bagi trader, artinya GBP/JPY bisa tetap terjebak dalam kisaran jika data tambahan tidak memberi sinyal jelas.
Inflasi Jepang menunjukkan pelemahan tekanan harga pada awal tahun, memberikan konteks bagi ekspektasi kebijakan BoJ. CPI YoY Januari 1.5% turun dari 2.1% Desember, sedangkan CPI inti (tanpa makanan segar dan energi) 2.6% turun dari 2.9%. Kondisi ini menambah tekanan pada pembacaan kebijakan moneter BoJ dan mengurangi risiko pengetatan dalam waktu dekat.
Penurunan tekanan inflasi meningkatkan asumsi bahwa BoJ tidak akan segera mengubah jalur kebijakan, yang pada akhirnya melemahkan Yen terhadap mata uang utama. Sementara itu, pergeseran kebijakan BoJ dapat memperkuat implikasi bagi pound jika pergerakan global risk appetite berubah. Pasar menilai bahwa Yen lebih rentan terhadap kejutan data dibandingkan Pound di tengah suasana kebijakan yang lebih defensif di Tokyo.
Gabungan faktor ini berarti GBP/JPY bisa mendapat dukungan ketika momentum global mendukung risiko mata uang, tetapi risiko volatilitas tetap tinggi saat rilis data Jepang berikutnya. Trader perlu memperhatikan pergeseran ekspektasi BoJ dan dinamika suku bunga BoE yang mempengaruhi pasangan ini. Dalam situasi saat ini, pergerakan menuju pembatas atas kisaran dapat terjadi jika aksi harga menembus 209.50 dengan konfirmasi.
Sinyal perdagangan: buy pada GBP/JPY dengan open 209.23, stop loss 207.23, take profit 212.23; rasio risiko-keuntungan 1:1.5. Berdasarkan analisis ini, peluang beli muncul saat harga berada di sekitar 209.23 dan berpotensi melanjutkan ke zona 212.23 jika momentum tetap positif. Skema ini menjaga keseimbangan risiko dan potensi imbalan sesuai dengan kebutuhan manajemen risiko.
Secara teknikal, pasangan ini masih menunjukkan perilaku range-bound antara 207.50 dan 209.50; break above 209.50 diperlukan untuk melanjutkan tren kenaikan yang lebih luas. Jika harga gagal menembus zona 209.50, maka fokus beralih ke tindakan harga di kisaran atas rendah untuk konfirmasi pola berikutnya. Trader disarankan memperhatikan dinamika sinyal lainnya untuk validasi entry.
Peringatan risiko: rilis data ekonomi bisa memicu volatilitas mendadak. Gunakan ukuran posisi yang sesuai, pertimbangkan trailing stop, dan awasi berita terkait BoE serta BoJ. Evaluasi berkala terhadap kinerja posisi diperlukan untuk menjaga manajemen risiko tetap efektif di tengah dinamika pasar valuta asing yang dinamis.