
Secara teknis GBP/JPY mempertahankan bias konstruktif dengan berada di atas moving average 100 hari (212.11) dan 200 hari (207.12). Penutupan harian di atas kedua level ini memberi sinyal momentum bullish jangka menengah yang masih terjaga meski ada koreksi.
Harga saat ini sekitar 213.31, naik sekitar 0.30% pada hari itu, setelah mengalami sebagian koreksi dari kerugian di awal pekan. Pergerakan ini meningkatkan harapan bahwa tren naik yang lebih luas masih relevan selama level support kunci tetap terjaga.
Di sisi atas, resistance terdekat berada di 214.50. Jika harga mampu menutup di atas level ini secara harian, maka jalur untuk lanjutkan kenaikan lebih lanjut terbuka. Namun momentum bullish menurun agak dekat dengan RSI di sekitar 47 dan MACD yang masih negatif menandakan adanya jeda dalam momentum dalam jangka pendek.
Yen Jepang tertekan, didorong oleh kejutan pasokan energi di Timur Tengah. Sumber energi Jepang masih banyak impor dari wilayah tersebut, membuat ekonomi rentan terhadap biaya impor yang meningkat dan perlambatan pertumbuhan jika harga minyak tetap tinggi.
Di sisi lain, Poundsterling relatif kukuh karena pasar menilai dampak politik dari pemilihan lokal di Inggris; meskipun pemerintah menghadapi beberapa kerugian, perbedaan kebijakan moneter antara BoE dan BoJ tetap menjadi faktor utama yang menyokong pasangan ini. Ketidakseimbangan suku bunga antara kedua bank sentral memberikan dukungan berkelanjutan pada GBP/JPY.
Seiring dengan peningkatan risiko inflasi terkait gangguan energi, analis memperkirakan bahwa kebijakan moneter bisa menjadi bias di masa depan untuk menahan tekanan harga. Jika bank sentral menambah lonjakan suku bunga, perbedaan kebijakan bisa melebar dan meningkatkan peluang lagi untuk pergerakan lebih lanjut pada pasangan GBP/JPY, menurut Cetro Trading Insight.
Analisis teknis menyoroti level-level kunci yang membentuk jalur pergerakan harga: 214.50 sebagai resistance terdekat, 212.11 sebagai 100-day SMA, serta 210.00 dan 207.12 sebagai zona permintaan menengah. Struktur ini menunjukkan potensi penguatan bila harga menembus zona 214.50 dengan penopang dari SMA yang terdepan.
Sinyal beli akan lebih kuat jika harga menutup harian di atas 214.50, membuka peluang untuk penguatan menuju area yang lebih tinggi. Namun momentum masih menunjukkan tanda-tanda kelelahan karena RSI mendekati area netral dan MACD belum menunjukkan konvergensi positif yang kuat.
Rencana perdagangan yang diusulkan: membuka posisi beli ketika harga sekitar 213.31, dengan target TP 216.50 dan stop loss 211.50. Rasio risiko-imbalan sekitar 1.76:1, memenuhi target minimal 1:1.5. Manajemen risiko tetap penting untuk mengendalikan fluktuasi jangka pendek yang bisa muncul dari berita geopolitik dan pergerakan minyak.