GBP/USD Diperkirakan Tetap Dovish Menjelang Pertemuan BoE, Perdagangan Terbatas dalam Kisaran 1,36–1,3730

GBP/USD Diperkirakan Tetap Dovish Menjelang Pertemuan BoE, Perdagangan Terbatas dalam Kisaran 1,36–1,3730

trading sekarang

Laporan Riset Grup DBS Bank, ditulis oleh Philip Wee, menyoroti bahwa GBP/USD diperkirakan mempertahankan bias dovish dalam kisaran yang telah ditetapkan. Sinyal utama dari survei tersebut adalah bahwa suku bunga bank kemungkinan tetap tidak berubah pada pertemuan mendatang. Keputusan pelonggaran di masa depan akan sangat bergantung pada data ekonomi terbaru, menandakan suasana pasar yang hati-hati.

Faktor sentimen pasar pun menggarisbawahi bahwa para investor menunggu konfirmasi mengenai jalur kebijakan. Pertemuan Bank of England pada 5 Februari diprediksi menjaga suku bunga pada 3,75%, dekat dengan zona netral antara 3,25% hingga 3,50%. Dengan demikian, perubahan kebijakan diperkirakan tidak terjadi dalam jangka pendek, sambil menanti data inflasi dan pertumbuhan sebagai penentu utama.

Analisis ini disusun dengan bantuan alat Kecerdasan Buatan dan telah ditinjau oleh editor kami. Cetro Trading Insight, media kami, berupaya menyajikan sasaran analisis yang jelas bagi pembaca awam maupun profesional. Harap dicatat bahwa dinamika pasar bisa berubah dengan cepat dan pandangan ini bukan rekomendasi trading spesifik.

GBP/USD bergerak dalam kisaran antara 1,36 dan 1,3730 menjelang rapat BoE, mencerminkan kehati-hatian pasar karena investor menilai kejutan data ekonomi terbaru. Ketidakpastian kebijakan membuat trader menahan posisi sambil mengamati pergerakan intraday untuk konfirmasi arah. Dalam konteks ini, pergerakan di luar kisaran bisa menandai perubahan sentimen jika data datang berbeda dari ekspektasi.

Rapat BoE diprediksi tidak mengubah suku bunga dan tetap berada di 3,75 persen, mendekati zona netral 3,25-3,50 persen. Kerangka teknikal menegaskan bahwa kisaran 1,36–1,3730 adalah wilayah penting untuk menjaga bias dovish tetap terjaga. Pergerakan harga yang menembus batas atas atau bawah kisaran akan dipicu oleh kejutan data inflasi, pekerjaan, atau indikator likuiditas pasar.

Investor disarankan menunggu konfirmasi melalui data rilis terbaru sebelum mengambil posisi baru. Karena fokus utama pada saat ini lebih bersifat fundamental daripada sinyal teknikal jangka pendek, rencana trading perlu menimbang manajemen risiko secara ketat. Secara umum, volatilitas GBP/USD bisa meningkat jika data menunjukkan kejutan terhadap ekspektasi Bank of England.

broker terbaik indonesia