Nilai tukar GBP/USD menguat seiring investor menilai dolar sedang mendapat tekanan akibat isu independensi Federal Reserve. Sentimen tersebut lahir dari kekhawatiran bahwa kebijakan moneter AS bisa berubah arah jika independensi bank sentral dipertanyakan. Data ekonomi seperti PPI dan penjualan ritel memberikan konteks tambahan bagi pergerakan kurs tersebut.
PPI November menunjukkan kenaikan 3% secara tahunan, lebih tinggi dari perkiraan 2,7%, menambah tekanan inflasi pada kebijakan The Fed. PPI inti juga naik sekitar 3%, menambah kekhawatiran terkait biaya modal bagi pelaku ekonomi. Di sisi lain, penjualan ritel November naik 0,6% MoM, melampaui ekspektasi 0,4%, didorong rebound kendaraan bermotor dan pengeluaran rumah tangga.
Indeks dolar saat ini turun sekitar 0,20% ke level 98,97, memberikan ruang bagi mata uang aset berisiko untuk menguat. Mencermati sentimen politik global, pasar memahami bahwa kebijakan Fed bisa tetap tidak berubah pada pertemuan Januari meskipun indikator ekonomi superior. Secara keseluruhan, para analis menilai fokus pasar beralih ke arah pelonggaran terbatas pada akhir tahun.
Harga GBP/USD diperdagangkan sekitar 1,3461 dengan kenaikan sekitar 0,30%, namun bias teknis terlihat netral pada grafik harian. RSI berada di wilayah netral, menawarkan ruang bagi pergerakan sideways tanpa sinyal pembalikan kuat. Ketidakpastian politik dan data ekonomi AS meningkatkan kebiasaan volatil, meskipun ukuran respon harga relatif terukur.
Untuk melanjutkan tren naik, GBP/USD membutuhkan tembusan di atas 1,3494–1,3500. Breakout ini menempatkan targeting ke 1,3567 dan berpotensi menuju 1,3600 jika momentum tetap terjaga. Namun, jika harga gagal menembus level tersebut, situasi berpeluang berbalik dan pedagang akan mencari level resistensi lebih tinggi untuk konfirmasi.
Sisi bawah skema teknis menunjukkan dukungan penting di sekitar 1,3400, dengan SMA 200-hari di 1,3392 memberi gambaran support kuat. Jika posisi turun menembus itu, pergerakan bisa berlanjut ke 1,3305 yang merupakan target teknis berikutnya. Secara umum, pola harga menunjukkan volatilitas tetapi tidak ada sinyal pembalikan dominan saat ini.
Prospek jangka pendek tetap netral karena data AS menahan arah dolar sementara pedagang menunggu konfirmasi kebijakan Fed. Pasar memperkirakan kemungkinan pelonggaran suku bunga sekitar 50–52 basis poin menjelang akhir tahun, meskipun komponen politik menambah kejutan. Dalam konteks Inggris, fokus bergeser ke data produk domestik bruto dan komentar pejabat BoE terkait normalisasi kebijakan.
Rencana manajemen risiko menjadi kunci, dengan rekomendasi berhati-hati terhadap pergerakan di atas 1,3494 dan di bawah 1,3400. Trader disarankan memantau tanda-tanda pelemahan momentum untuk menghindari sinyal palsu. Rilis data ekonomi akan menjadi penentu arah yang signifikan dalam beberapa sesi mendatang, dengan potensi breakout menjadi faktor pembeda utama.
Singkatnya, GBP/USD saat ini menunjukkan keseimbangan antara tekanan fundamental dan dinamika teknis. Investor disarankan menjaga ekspektasi realistis sambil menunggu konfirmasi level kunci yang bisa mengarahkan pergerakan berikutnya. Kedisiplinan risiko dan penyesuaian posisi secara berkala menjadi praktik penting di tengah lingkungan pasar yang bergejolak.