GBP/USD menguat dipicu oleh eskalasi perang dagang antara AS dan Eropa, yang mendorong likuidasi aset berdenominasi dolar. Pasar beralih fokus ke aset berisiko lebih tinggi meski volatilitas tetap ada di tingkat yang cukup tinggi. Dampak kebijakan fiskal dan ketidakpastian geopolitik turut membentuk suasana perdagangan di mata uang utama.
Penjualan obligasi Jepang telah meningkatkan imbal hasil global, menekan dolar dan menjaga volatilitas pasar di level tertinggi sepanjang tahun. Pergerakan imbal hasil yang berbeda-beda antara negara meningkatkan kecemasan mengenai kesehatan utang publik dan membentuk lanskap risiko untuk investor global. Indeks volatilitas turut menggambarkan preferensi terhadap perlindungan risiko yang lebih tinggi.
Data lapangan kerja Inggris menunjang ekspektasi jeda BoE meski pasar juga memperkirakan adanya pelonggaran pada akhir tahun. Kombinasi data pekerjaan dan perubahan suku bunga memicu pergeseran fokus investor pada arah kebijakan moneter dan potensi pergerakan GBP/USD di jangka pendek.
Harga saat ini diperdagangkan di sekitar 1,3463 dengan kenaikan sekitar 0,30 persen. RSI menunjukkan pergeseran sentimen menuju bullish sejak awal minggu, memberi sinyal momentum yang mendukung potensi kenaikan lebih lanjut.
Secara teknis, level tertinggi satu minggu berada di 1,3491. Jika harga menembus 1,3500, fokus bergerak ke area 1,3550–1,3575 dan berpotensi menuju 1,3600; jika momentum berlanjut, 1,3726 bisa menjadi target yang lebih jauh.
Sementara itu, support terdekat berada di 1,3450; jika harga turun lebih lanjut, area 1,3402 menjadi fokus untuk pertahanan oleh pembeli, dan penurunan lebih lanjut bisa membawa harga ke sekitar 1,3330 di dekat SMA 50-hari.
Dari sudut teknis, peluang naik terlihat saat harga menembus 1,3500, yang membuka jalan menuju target terdekat di 1,3600. Break tersebut juga membuka peluang untuk mencapai 1,3726 jika momentum tetap kuat.
Rencana trading yang disarankan adalah membuka posisi long di sekitar 1,3463 dengan target pertama di 1,3600 dan target kedua di 1,3726, dengan stop loss di 1,3450 untuk menjaga risiko relatif terkendali dan memastikan rasio risiko-imbalan di atas 1:1,5.
Di tengah dinamika dolar AS yang masih tertekan dan kepentingan kebijakan global, trader perlu tetap waspada terhadap perubahan data ekonomi AS, keputusan bank sentral, dan gejolak geopolitik yang bisa mengubah sentimen pasar secara mendadak.